IMF: Fragmentasi Ekonomi AS-China Rugikan Pertumbuhan Global

Kamis, 09 Mei 2024 - 15:24 WIB
loading...
A A A
Hubungan perdagangan antara AS dan China telah memburuk secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dan kedua belah pihak saling menuduh melakukan eskalasi. Washington telah meningkatkan pembatasan perdagangan terhadap China, dengan alasan kekhawatiran keamanan nasional.

Sementara, Beijing yang membantah keras tudingan itu juga menegur AS karena ikut campur dalam urusan dalam negerinya, khususnya terkait penjualan senjata ke Taiwan.

Menurut IMF, meningkatnya ketegangan antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia ini tercermin secara global, dengan lebih dari 3.000 pembatasan perdagangan yang diberlakukan oleh negara-negara di seluruh dunia pada tahun 2022 dan 2023, atau lebih dari tiga kali lipat dibandingkan tahun 2019.

Data IMF menunjukkan, pangsa impor China terhadap AS turun sebesar 8 persen poin antara tahun 2017 dan 2023. Sementara pangsa ekspor AS terhadap China turun sekitar 4 persen poin pada periode yang sama.

Perdagangan antarblok negara-negara yang bersekutu dengan China atau AS juga terkena dampak negatif. Blok AS sebagian besar terdiri dari Uni Eropa, Kanada, Australia, dan Selandia Baru, sedangkan negara-negara yang condong ke China antara lain Rusia, Eritrea, Mali, Nikaragua, dan Suriah.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Seperempat Laga Piala...
Seperempat Laga Piala Dunia 2026 Berisiko Tinggi
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Rekomendasi
Pramono Buka Peluang...
Pramono Buka Peluang Tambah Golongan Penerima Tarif Gratis Transportasi Umum
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
ASN BPK Ditahan KPK...
ASN BPK Ditahan KPK setelah Terjaring OTT: Saya Enggak Terima Uang, Ini Enggak Adil
Berita Terkini
Menhub Dipanggil Menghadap...
Menhub Dipanggil Menghadap Prabowo di Istana, Ada Apa?
IHSG Ambruk Lagi Sentuh...
IHSG Ambruk Lagi Sentuh Level 5.789 usai Kehilangan 1,91% di Sesi Siang
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved