Permintaan Snack Meningkat, Maxi Bangun Pabrik Ketiga di Kawasan Industri Kendal
Jum'at, 10 Mei 2024 - 15:08 WIB
loading...
A
A
A
“Tidak heran, bila produk-produk makanan ringan produksi PT Maxindo jauh lebih laris dibandingkan dengan snack berbahan baku tepung terigu,” aku Sarkoro.
Sementara itu, Sarkoro mengakui konflik geopolitik global yang kian memanas akhir-akhir ini serta proteksionisme perdagangan berdampak signifikan terhadap kinerja ekspor secara umum terutama terkait kenaikan biaya logistik di jalur konflik. Namun dirinya optimistis, ekspor makanan ringan oleh perseroan akan berjalan sesuai target.
Strateginya, melakukan diversifikasi pasar ekspor ke lebih banyak negara guna memitigasi risiko dan mengeksplorasi lebih dalam pasar domestik, Tanah Air. Selain itu membangun integrasi rantai pasok lebih andal, meningkatkan efisiensi biaya produksi dan logistik serta menjalin kemitraan dengan mitra dari negara-negara yang tak terdampak langsung konflik geopolitik.
Hal itu seiring dengan peningkatan total kapasitas produksi perseroan. Dimana, pabrik ke-3 di Kawasan Industri Kendal akan mampu menyumbang penambahan produksi sebesar 470 ton per bulan.
Alhasil, kini perseroan punya kemampuan produksi secara total mencapai 800 ton per bulan untuk pemenuhan kebutuhan domestik maupun ekspor. Secara khusus, eksplorasi pasar domestik akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan segmen pasar general, modern trade, dan online e-commerce.
“Bersamaan dengan groundbreaking pabrik di Kawasan Industri Kenal, kami telah memulai diversifikasi tujuan ekspor baru ke negara-negara Timur Tengah (Middle East) seperti Yordania, Palestina dan Saudi Arabia,” pungkas Sarkoro.
Sementara itu, Sarkoro mengakui konflik geopolitik global yang kian memanas akhir-akhir ini serta proteksionisme perdagangan berdampak signifikan terhadap kinerja ekspor secara umum terutama terkait kenaikan biaya logistik di jalur konflik. Namun dirinya optimistis, ekspor makanan ringan oleh perseroan akan berjalan sesuai target.
Strateginya, melakukan diversifikasi pasar ekspor ke lebih banyak negara guna memitigasi risiko dan mengeksplorasi lebih dalam pasar domestik, Tanah Air. Selain itu membangun integrasi rantai pasok lebih andal, meningkatkan efisiensi biaya produksi dan logistik serta menjalin kemitraan dengan mitra dari negara-negara yang tak terdampak langsung konflik geopolitik.
Hal itu seiring dengan peningkatan total kapasitas produksi perseroan. Dimana, pabrik ke-3 di Kawasan Industri Kendal akan mampu menyumbang penambahan produksi sebesar 470 ton per bulan.
Alhasil, kini perseroan punya kemampuan produksi secara total mencapai 800 ton per bulan untuk pemenuhan kebutuhan domestik maupun ekspor. Secara khusus, eksplorasi pasar domestik akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan segmen pasar general, modern trade, dan online e-commerce.
“Bersamaan dengan groundbreaking pabrik di Kawasan Industri Kenal, kami telah memulai diversifikasi tujuan ekspor baru ke negara-negara Timur Tengah (Middle East) seperti Yordania, Palestina dan Saudi Arabia,” pungkas Sarkoro.
(akr)
Lihat Juga :