Ada Pasar Laut Indonesia, Teten: UMKM Perikanan Bakal Sejahtera
Rabu, 19 Agustus 2020 - 13:16 WIB
loading...
Program Pasar Laut Indonesia diyakini akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat dan khususnya UMKM perikanan nasional. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki menilai program Pasar Laut Indonesia dan Sistem Resi Gudang Ikan yang dihadirkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan membawa kesejahteraan masyarakat dan para UMKM. Sebab, 96% usaha di sektor perikanan masih berskala UMKM.
"Peluncuran Pasar Laut Indonesia dan Sistem Resi Gudang Ikan saya kira jelas-jelas akan memberi manfaat yang luar biasa pada UMKM," kata Teten dalam acara soft launching Pasar laut Indonesia dan Sistem Resi Gudang Ikan secara virtual, Rabu (19/8/2020).
(Baca Juga: Yeay! Ekspor Perikanan Naik 6,9% di Semester I/2020)
Ia juga menyampaikan, sistem resi gudang sangat tepat diterapkan pada masa pandemi Covid-19. Sebab, meski pandemi menyebabkan konsumsi menurun, namun ternyata makanan laut (seafood) makin digemari oleh masyarakat dunia. Sebab, ikan termasuk ke dalam makanan sehat (healthy food).
"Saya membaca laporan FAO di tengah pandemi Covid-19 ini konsumsi ikan tumbuh 3,1%. Hal ini lebih tinggi dari pada pertumbuhan konsumsi protein lainnya yang hanya 2,1%," jelasnya.
"Peluncuran Pasar Laut Indonesia dan Sistem Resi Gudang Ikan saya kira jelas-jelas akan memberi manfaat yang luar biasa pada UMKM," kata Teten dalam acara soft launching Pasar laut Indonesia dan Sistem Resi Gudang Ikan secara virtual, Rabu (19/8/2020).
(Baca Juga: Yeay! Ekspor Perikanan Naik 6,9% di Semester I/2020)
Ia juga menyampaikan, sistem resi gudang sangat tepat diterapkan pada masa pandemi Covid-19. Sebab, meski pandemi menyebabkan konsumsi menurun, namun ternyata makanan laut (seafood) makin digemari oleh masyarakat dunia. Sebab, ikan termasuk ke dalam makanan sehat (healthy food).
"Saya membaca laporan FAO di tengah pandemi Covid-19 ini konsumsi ikan tumbuh 3,1%. Hal ini lebih tinggi dari pada pertumbuhan konsumsi protein lainnya yang hanya 2,1%," jelasnya.
Lihat Juga :