Bye Bye Dolar AS, Transaksi Rusia dan China 90 Persen Pakai Yuan atau Rubel
Sabtu, 18 Mei 2024 - 21:43 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Putin, omzet perdagangan antara Rusia dan China melonjak hampir 25% pada tahun 2023, mencapai USD227 miliar.
Sebagai informasi semua itu disampaikan Putin dalam kunjungan kenegaraan dua hari ke China, yang mana menjadi perjalanan luar negeri pertamanya sejak pelantikannya untuk masa jabatan kelima sebagai presiden di awal bulan ini.
Para pemimpin Rusia dan China, serta pejabat senior dari kedua negara, akan mengadakan pembicaraan tentang berbagai masalah seperti hubungan bilateral, kerja sama ekonomi dan situasi internasional, termasuk konflik Ukraina.
Presiden Rusia mengatakan, Moskow tidak memilih untuk melakukan " dedolarisasi " dalam ekonomi nasional ataupun internasional, proses ini menurutnya "tak terhindarkan." Putin secara khusus menegur Washington karena menggunakan mata uangnya sebagai "alat tempur," yang katanya bisa merusak kepercayaan global.
Setelah pecahnya perang Ukraina pada Februari 2022, AS memutus bank sentral Rusia dari transaksi dolar dan kemudian melarang ekspor uang kertas dolar ke negara itu. Putin menyebut pembatasan Washington sebagai "kebodohan total" yang hanya berfungsi untuk melemahkan kekuatan AS dan ekonominya.
Sebagai informasi semua itu disampaikan Putin dalam kunjungan kenegaraan dua hari ke China, yang mana menjadi perjalanan luar negeri pertamanya sejak pelantikannya untuk masa jabatan kelima sebagai presiden di awal bulan ini.
Para pemimpin Rusia dan China, serta pejabat senior dari kedua negara, akan mengadakan pembicaraan tentang berbagai masalah seperti hubungan bilateral, kerja sama ekonomi dan situasi internasional, termasuk konflik Ukraina.
Presiden Rusia mengatakan, Moskow tidak memilih untuk melakukan " dedolarisasi " dalam ekonomi nasional ataupun internasional, proses ini menurutnya "tak terhindarkan." Putin secara khusus menegur Washington karena menggunakan mata uangnya sebagai "alat tempur," yang katanya bisa merusak kepercayaan global.
Setelah pecahnya perang Ukraina pada Februari 2022, AS memutus bank sentral Rusia dari transaksi dolar dan kemudian melarang ekspor uang kertas dolar ke negara itu. Putin menyebut pembatasan Washington sebagai "kebodohan total" yang hanya berfungsi untuk melemahkan kekuatan AS dan ekonominya.
(akr)
Lihat Juga :