Upaya Barat Pisahkan Diri dari China Secara Ekonomi Mustahil Dilakukan
Minggu, 19 Mei 2024 - 09:00 WIB
loading...
A
A
A
Terkait dengan itu, Allianz menyatakan bahwa ada batas sejauh mana hal itu bisa terjadi. Bahkan, lanjut Allianz dalam laporannya, negara-negara Eropa justru tetap optimis mengenai prospek mereka di China. Menurut survei tersebut, sekitar 39% perusahaan di Jerman dan Spanyol, dan lebih dari 30% di Perancis memperkirakan akan meningkatkan kehadiran mereka di China. Angka tersebut dibandingkan dengan 27% warga AS yang berencana melakukan hal serupa.
Allianz menyebut, tren diversifikasi dibandingkan pemisahan (decoupling) tampaknya lebih jelas, dengan seperempat perusahaan Jerman, Prancis, dan AS memperkirakan kehadiran mereka di China akan mewakili bagian yang lebih kecil dari investasi pasokan global mereka di masa depan.
Para pejabat AS dan Uni Eropa telah berjuang untuk menghasilkan strategi terpadu mengenai China ketika mereka mencoba mengurangi ketergantungan perdagangan pada Beijing, yang telah berulang kali mereka tuduh sebagai pemaksaan ekonomi.
Di bagian lain, Beijing menolak tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa Barat terjebak dalam mentalitas Perang Dingin. Pemerintah China juga mengklaim bahwa Washington dan sekutu-sekutunya telah mempersenjatai peraturan perdagangan untuk mendorong kebijakan anti-China dan menuduh mereka melakukan penindasan ekonomi.
Allianz menyebut, tren diversifikasi dibandingkan pemisahan (decoupling) tampaknya lebih jelas, dengan seperempat perusahaan Jerman, Prancis, dan AS memperkirakan kehadiran mereka di China akan mewakili bagian yang lebih kecil dari investasi pasokan global mereka di masa depan.
Para pejabat AS dan Uni Eropa telah berjuang untuk menghasilkan strategi terpadu mengenai China ketika mereka mencoba mengurangi ketergantungan perdagangan pada Beijing, yang telah berulang kali mereka tuduh sebagai pemaksaan ekonomi.
Di bagian lain, Beijing menolak tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa Barat terjebak dalam mentalitas Perang Dingin. Pemerintah China juga mengklaim bahwa Washington dan sekutu-sekutunya telah mempersenjatai peraturan perdagangan untuk mendorong kebijakan anti-China dan menuduh mereka melakukan penindasan ekonomi.
(fjo)
Lihat Juga :