Dedolarisasi Menggila, China dan Rusia Makin Semangat Buang Dolar

Senin, 20 Mei 2024 - 10:36 WIB
loading...
Dedolarisasi Menggila,...
Rusia dan China semakin bersemangat melanjutkan dedolarisasi. FOTO/iStock Photo
A A A
JAKARTA - Rusia dan China berkomitmen untuk terus melanjutkan dedolarisasi dalam perdagangan kedua negara. Juru bicara Kepresidenan Rusia Dmitry Peskov kepada saluran TV Izvestia mengungkapkan, lebih dari 90% perdagangan antara Rusia dan China dilakukan dalam rubel dan yuan, dan proses dedolarisasi hubungan perdagangan antara kedua negara akan terus berlanjut.

"Lebih dari 90% perdagangan antara Rusia dan China sekarang sudah dilakukan dalam yuan, dengan sebagian besar dalam yuan dan sebagian kecil dalam rubel. Proses dedolarisasi ini akan terus berlanjut," katanya di sela-sela Pameran Rusia-China ke-VIII di Harbin, China dikutip dari TASS, Senin (20/5/2024).

Baca Juga: Digoyang Dedolarisasi BRICS, IMF Sebut Dolar AS dalam Bahaya

Tak hanya itu, Peskov juga memuji kerja sama antara wilayah-wilayah Rusia dan provinsi-provinsi di China dan menekankan kontribusinya terhadap pengembangan wilayah-wilayah Rusia yang berbatasan dengan China.

Baca Juga: Teka-teki Presiden Iran Ebrahim Raisi Masih Hidup atau Meninggal usai Kecelakaan Helikopter

Dia menegaskan dalam hubungan antara kedua negara ada banyak bidang yang menjanjikan keuntungan bersama, yang menurutnya, perusahaan-perusahaan dari kedua negara memahami. Dedolarisasi sebagai ekosistem moneter yang terdesentralisasi paling cepat akan menjadi kebijakan resmi BRICS+ pada 2025.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Keluarga Pejabat di...
Keluarga Pejabat di China Dilarang Total Berbisnis, Mundur atau Tutup Usaha! Berani Tiru?
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Rekomendasi
Suporter Ikonik DR Kongo...
Suporter Ikonik DR Kongo Gagal Masuk AS Gara-gara Visa Ditolak
Kecelakaan Maut Truk...
Kecelakaan Maut Truk Tabrak Sejumlah Motor di Bekasi, Polisi Periksa Saksi dan CCTV
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Berita Terkini
Mentan Amran Kumpulkan...
Mentan Amran Kumpulkan Civitas Akademika UGM, Percepat Inovasi dan Hilirisasi Pertanian
Demi Jaga Pasokan Listrik,...
Demi Jaga Pasokan Listrik, Kebijakan DMO dan RKAB Perlu Dievaluasi
Indonesia Bakal Ciptakan...
Indonesia Bakal Ciptakan BBM Baru E20, Butuh 4 Juta KL Etanol per Tahun
Harga Gas Penting, tapi...
Harga Gas Penting, tapi Bukan Penyebab Tunggal Industri Lesu dan PHK
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram, Ini Rinciannya
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved