Rupiah Keok Jelang Libur Panjang Kembali Dekati Rp16.000/USD
Selasa, 21 Mei 2024 - 16:04 WIB
loading...
A
A
A
Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic mengatakan pada hari Senin bahwa Federal Reserve akan membutuhkan waktu untuk yakin bahwa inflasi berada pada jalurnya kembali ke tujuannya. “Masalahnya saat ini adalah kapan kita bisa yakin bahwa inflasi jelas berada di jalur kembali ke 2%.
Saya pikir akan memakan waktu cukup lama sebelum kita mengetahui hal itu secara pasti,” kata Bostic dalam wawancara dengan Bloomberg Television.
Berbicara pada konferensi Mortgage Bankers Association di New York, Wakil Ketua Fed, Philip Jefferson mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan apakah perlambatan proses disinflasi yang terjadi baru-baru ini akan bertahan lama.
Selain itu, Menurunnya optimisme terhadap Tiongkok juga mempengaruhi pasar, karena para pedagang menunggu untuk melihat bagaimana Beijing akan meluncurkan langkah-langkah stimulus yang baru-baru ini diumumkan.
Dari sentimen domestik, Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan I 2024 tetap terjaga. Defisit transaksi berjalan tetap rendah di tengah kondisi perlambatan ekonomi global. Sementara itu, transaksi modal dan finansial mencatat defisit yang terkendali seiring dampak peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global.
Dengan perkembangan tersebut, Neraca Pembayaran Indonesia pada triwulan I 2024 mencatat defisit USD6,0 miliar dan posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2024 tercatat tetap tinggi sebesar USD140,4 miliar, atau setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Saya pikir akan memakan waktu cukup lama sebelum kita mengetahui hal itu secara pasti,” kata Bostic dalam wawancara dengan Bloomberg Television.
Berbicara pada konferensi Mortgage Bankers Association di New York, Wakil Ketua Fed, Philip Jefferson mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan apakah perlambatan proses disinflasi yang terjadi baru-baru ini akan bertahan lama.
Selain itu, Menurunnya optimisme terhadap Tiongkok juga mempengaruhi pasar, karena para pedagang menunggu untuk melihat bagaimana Beijing akan meluncurkan langkah-langkah stimulus yang baru-baru ini diumumkan.
Dari sentimen domestik, Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan I 2024 tetap terjaga. Defisit transaksi berjalan tetap rendah di tengah kondisi perlambatan ekonomi global. Sementara itu, transaksi modal dan finansial mencatat defisit yang terkendali seiring dampak peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global.
Dengan perkembangan tersebut, Neraca Pembayaran Indonesia pada triwulan I 2024 mencatat defisit USD6,0 miliar dan posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2024 tercatat tetap tinggi sebesar USD140,4 miliar, atau setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Lihat Juga :