Ini Tantangan bagi Pemerintahan Prabowo Capai Asumsi Pertumbuhan Ekonomi 2025
Selasa, 21 Mei 2024 - 18:09 WIB
loading...
Asumsi pertumbuhan ekonomi 5,1-5,5% yang diusulkan untuk 2025 menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintahan baru. FOTO/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Ekonom Center of Reform on Economic (CORE) Yusuf Rendy membeberkan sejumlah tantangan yang harus dihadapi pemerintahan Presiden Terpilih Prabowo Subianto di masa transisi untuk mencapai asumsi makro di dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2025.
Baca Juga: Defisit APBN 2025 Dirancang Lebih Lebar Agar Prabowo Bisa Leluasa
Diketahui, asumsi makro ekonomi 2025 yang diusulkan adalah sebagai berikut:
- Pertumbuhan ekonomi 5,1-5,5%
- Yield SBN 10 tahun 6,9-7,3%
- Kurs Rp15.300-Rp16.000/USD
- Inflasi 1,5-3,5%
- ICP USD75-85 per barel
- Lifting minyak 580.000-601.000 bph
- Lifting gas 1,003-1,047 juta bsmph
Yusuf pun menyoroti asumsi pertumbuhan ekonomi yang diusulkan di kisaran 5,1% hingga 5,5%. Tantangan utamanya, menurut dia, adalah memastikan apakah target pertumbuhan ekonomi di batas atas 5,5% itu bisa dicapai di periode transisi.
Menurutnya, indikator pertumbuhan ekonomi menjadi penting karena itu akan mempengaruhi indikator yang disusun dalam APBN tahun depan, termasuk di dalamnya indikator belanja dan juga indikator penerimaan negara.
Baca Juga: Netanyahu Murka ICC Ingin Menangkap Dia dan Menhan Israel
Baca Juga: Defisit APBN 2025 Dirancang Lebih Lebar Agar Prabowo Bisa Leluasa
Diketahui, asumsi makro ekonomi 2025 yang diusulkan adalah sebagai berikut:
- Pertumbuhan ekonomi 5,1-5,5%
- Yield SBN 10 tahun 6,9-7,3%
- Kurs Rp15.300-Rp16.000/USD
- Inflasi 1,5-3,5%
- ICP USD75-85 per barel
- Lifting minyak 580.000-601.000 bph
- Lifting gas 1,003-1,047 juta bsmph
Yusuf pun menyoroti asumsi pertumbuhan ekonomi yang diusulkan di kisaran 5,1% hingga 5,5%. Tantangan utamanya, menurut dia, adalah memastikan apakah target pertumbuhan ekonomi di batas atas 5,5% itu bisa dicapai di periode transisi.
Menurutnya, indikator pertumbuhan ekonomi menjadi penting karena itu akan mempengaruhi indikator yang disusun dalam APBN tahun depan, termasuk di dalamnya indikator belanja dan juga indikator penerimaan negara.
Baca Juga: Netanyahu Murka ICC Ingin Menangkap Dia dan Menhan Israel
Lihat Juga :