alexametrics

Fokus Pelanggan Korporat, Multi Inti Transport Siap Investasi Rp200 M

loading...
Fokus Pelanggan Korporat, Multi Inti Transport Siap Investasi Rp200 M
CEO PT Multi Inti Transport (MIT) Lina Hardi. Foto/Ist
A+ A-
JAKARTA - Kebutuhan masyarakat terhadap transportasi untuk perorangan maupun korporasi terus meningkat, membuat bisnis transportasi terus mengalami pertumbuhan. Terlebih dengan kehadiran taksi online yang mendorong persaingan di bisnis transportasi semakin ketat.

Menyadari hal tersebut, PT Multi Inti Transport (MIT), anak perusahaan MIS Group, menawarkan solusi dalam memenuhi kebutuhan transportasi premium untuk korporasi, baik berupa sewa kendaraan dinas, layanan pengemudi, maupun antar-jemput karyawan (AJK) berskala nasional.

Menurut CEO MIT Lina Hardi, pihaknya menyediakan berbagai pilihan sewa kendaraan seperti Mercedes Benz, Toyota Alphard, Kijang Innova, Avanza, Terios, Xenia, GranMax, dan beragam kendaraan lain sesuai kebutuhan korporasi. Sebagai perusahaan yang sedang tumbuh, MIT terus berinovasi mengembangkan produk dan layanannya.



Perusahaan yang didirikan sejak 2011 ini juga menyediakan layanan transportasi pariwisata. Yakni, Bus Kalimaya sebagai bus premium yang melayani kebutuhan ke berbagai destinasi wisata.

Selain itu, untuk lebih mendekatkan diri dengan pelanggan, MIT menghadirkan inovasi layanan transportasi berbasis teknologi bernama MIT Solution Center (MIT SolCen). MIT SolCen merupakan media komunikasi terdepan yang siap 24 jam setiap hari di nomor 0818891939 untuk memberikan layanan servis, emergency, asuransi, informasi sewa unit, dan kebutuhan terkait lainnya.

Diakui Lina, segmen pasar yang dibidik adalah korporasi di mana segmen ini memberikan kontribusi sekitar 80% terhadap pendapatan PT MIT. Beberapa pelanggan korporasi PT MIT berasal dari perusahaan farmasi, FMCG, perbankan, logistik, manufaktur, dan lain-lain.

"Kami akan terus memperbesar pasar korporasi dengan cara menggali potensi yang sudah ada dan membidik sektor baru lainnya seperti perusahaan PMA (kontraktor asing), finance company, dan lain-lain," tutur Lina.

Supaya bisa bersaing, menurut Lina, strategi MIT selalu menghindari perang harga. Tetapi MIT akan menerapkan strategi dengan memanfaatkan mapping data perusahaan-perusahaan yang memiliki harga sewa bagus. Dia mencontohkan, perusahaan FMCG dan manufacturing asing.

Selain itu, MIT juga bersiap memanfaatkan digital marketing, dengan tenaga sales dan marketing yang berpengalaman, di mana mereka tahu benar kondisi pasar. "Kami memadukan kecanggihan teknologi dengan SDM yang mumpuni dengan orientasi service excellence, " tambah Lina.

Strategi lain, setelah memiliki Pool Cikande, yang khusus untuk menggarap pelanggan di kawasan barat Jakarta seperti Tangerang, Cilegon, dan Serang, tahun ini ditargetkan akan menambah satu pool di timur Jakarta untuk menggarap potensi pasar di Cikarang, Cibitung, Purwakarta, dan Cikampek.

Untuk mendukung pengembangan pasar, MIT akan terus menambah jumlah armada. Rencana tahun ini dengan investasi sekitar Rp170 miliar-Rp200 miliar ditargetkan MIT mengoperasikan 500 unit passenger car dari berbagai tipe/merek dan 30-35 unit bus. Sedangkan hingga akhir tahun lalu MIT telah memiliki sekitar 79 armada passenger car dan 16 unit bus.

Meskipun kontribusi pendapatan terbesar (80%) berasal dari segmen market B to B, menurut Lina bukan berarti MIT tidak menggarap segmen B to C. Segmen ini tetap digarap mengingat pasarnya bagus dan pendapatannya lebih tinggi. "Segmen B to C justru bisa mendongkrak revenue, di mana pendapatannya berasal dari sewa harian," pungkas Lina.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak