alexametrics

Awal Pekan, IHSG Diprediksi Masih Bergerak Fluktuatif

loading...
Awal Pekan, IHSG Diprediksi Masih Bergerak Fluktuatif
Pergerakan IHSG di awal pekan ini diperkirakan masih fluktuatif. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan ini, Senin (11/3/2019), diperkirakan bergerak di kisaran level 6.336-6.498. Analis PT Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya menilai, data perekonomian yang dirilis pekan lalu memperkokoh bursa Tanah Air.

"Pascarilis data perekonomian cadangan devisa yang cukup bagus, ditambah dengan adanya rilis data perekonomian tentang penjualan ritel yang diperkirakan terdapat peningkatan, menunjukkan kondisi fundamental perekonomian yang cukup solid dan kuat," ujar William di Jakarta, Senin (11/3/2019).

Dia menambahkan, data perekonomian yang positif tersebut akan menjadi sentimen yang kuat untuk kembali mendorong kenaikan IHSG dalam jangka panjang. "Ditambah kembalinya capital inflow ke dalam pasar modal Indonesia, hari ini IHSG berpotensi naik," katanya.



Untuk perdagangan hari ini, William merekomendasikan saham ASII, BBNI, BBCA, BJTM, BBRI, BMRI, ADHI, WIKA, WTON, ICBP dan UNVR.

Sementara, Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi berpendapat lain. Menurut dia, IHSG pada perdagangan hari ini berpotensi melemah dengan area support 6.362-6.341. Sebelumnya bursa saham Tanah Air bergerak fluktuatif, sedangkan kemarin bertahan pada zona hijau seelah libur Nyepi.

"Berdasarkan indikator, MACD masih membentuk pola dead cross di area positif. Sementara itu, Stochastic dan RSI berada sudah di area oversold," ujar Lanjar.

Di sisi lain, sambung dia, terlihat pola long black opening marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi pelemahan lanjutan. "Sehingga pergerakan IHSG berpeluang menuju ke area support," jelasnya.

Terkait dengan itu, untuk perdagangan hari ini Lanjar merekomendasikan saham-saham sebagai berikut: ADRO, yang menurutnya pergerakan harganya masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Accumulative Buy pada level 1.370-1.390, dengan target harga secara bertahap di level 1.415, 1.515 dan 1.615," ujarnya.

Selanjutnya, ASRI, di mana pergerakan harga saham ini menurutnya masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Accumulative Buy pada level 310–318, dengan target harga secara bertahap di level 332, 370 dan 404," sarannya.

Kemudian, HMSP. Lanjar mengatakan, terlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. Dia menyarankan akumulasi beli untuk saham ini pada area 3.760–3.780, dengan target harga secara bertahap di level 3.820, 3.980, 4.350 dan 4.720.

Saham lainnya yang menurutnya layak diakumulasi adalah JSMR pada area level 5.000–5.075, dengan target harga secara bertahap di level 5.150, 5.350 dan 5.550; lalu PGAS pada area level 2.420–2.440, dengan target harga secara bertahap di 2.480, 2.640, 2.810 dan 2.970; dan TLKM pada area 3.720-3.750, dengan target harga secara bertahap di level 3.880, 4.200 dan 4.510.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak