Kim Jong-un Bangun 50.000 Rumah Gratis bagi Warganya, Tanpa Dipungut Tapera
Senin, 03 Juni 2024 - 11:15 WIB
loading...
A
A
A
Selain pembangunan hunian tersebut, Korea Utara telah memulai beberapa proyek pembangunan lainnya. Proyek-proyek itu termasuk membangun rumah baru untuk ratusan keluarga di Pertanian Jangsan di Kabupaten Ryongchon, merombak perpustakaan sains-teknologi di Kota Nampho, dan membangun lembaga analisis berkualitas di Provinsi Jagang.
Baca Juga: Kebebasan Berekspresi Versi Korea Utara, Kirim Balon Udara Berisi Tinja dan Sampah ke Musuhnya
Melansir TrimFeed, pemerintah juga berfokus pada inisiatif sosial, seperti merayakan Hari Anak Internasional, mengintensifkan kampanye bebas rokok pada Hari Tanpa Tembakau Sedunia, dan mempersiapkan panen dan perontokan gandum di Provinsi Hamgyong Selatan. Upaya-upaya ini menyoroti upaya rezim untuk meningkatkan kualitas hidup warganya secara keseluruhan.
Terlepas dari perkembangan positif ini, tindakan Korea Utara di panggung internasional terus menimbulkan kekhawatiran. Baru-baru ini, Kim Jong Un meluncurkan balon yang berisi kotoran ke Korea Selatan sebagai pembalasan terhadap para aktivis yang mengirimkan informasi dan K-pop ke Korea Utara. Tindakan ini, yang diklaim sebagai ekspresi kebebasan berpendapat rakyat, menyoroti ketegangan yang sedang berlangsung antara kedua Korea.
Terkait rencana Korut untuk membangun 50.000 rumah gratis tanpa pungutan di Pyongyang tersebut merupakan langkah signifikan untuk meningkatkan standar hidup di tengah sanksi ekonomi. Sementara, Korut terus menghadapi pengawasan internasional, inisiatif domestiknya mencerminkan fokus pada peningkatan kesejahteraan warga.
Baca Juga: Kebebasan Berekspresi Versi Korea Utara, Kirim Balon Udara Berisi Tinja dan Sampah ke Musuhnya
Melansir TrimFeed, pemerintah juga berfokus pada inisiatif sosial, seperti merayakan Hari Anak Internasional, mengintensifkan kampanye bebas rokok pada Hari Tanpa Tembakau Sedunia, dan mempersiapkan panen dan perontokan gandum di Provinsi Hamgyong Selatan. Upaya-upaya ini menyoroti upaya rezim untuk meningkatkan kualitas hidup warganya secara keseluruhan.
Terlepas dari perkembangan positif ini, tindakan Korea Utara di panggung internasional terus menimbulkan kekhawatiran. Baru-baru ini, Kim Jong Un meluncurkan balon yang berisi kotoran ke Korea Selatan sebagai pembalasan terhadap para aktivis yang mengirimkan informasi dan K-pop ke Korea Utara. Tindakan ini, yang diklaim sebagai ekspresi kebebasan berpendapat rakyat, menyoroti ketegangan yang sedang berlangsung antara kedua Korea.
Terkait rencana Korut untuk membangun 50.000 rumah gratis tanpa pungutan di Pyongyang tersebut merupakan langkah signifikan untuk meningkatkan standar hidup di tengah sanksi ekonomi. Sementara, Korut terus menghadapi pengawasan internasional, inisiatif domestiknya mencerminkan fokus pada peningkatan kesejahteraan warga.
(nng)
Lihat Juga :