Destry Damayanti Ikuti Fit and Proper Test Calon Deputi Senior Gubernur BI, 3 Aspek Ini Dibawa

Senin, 03 Juni 2024 - 14:11 WIB
loading...
Destry Damayanti Ikuti...
Destry Damayanti resmi sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia periode 2019-2024, setelah melalui fit and proper test Komisi XI. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Komisi XI DPR RI menggelar Fit and Proper Test Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti hari ini, Senin (3/6/2024). Di hadapan Komisi XI DPR RI, Destry mempresentasikan satu makalah dengan tema 'BI Sinergi untuk Mendukung Indonesia Maju' yang dalam hal ini memiliki tiga fokus utama.

Baca Juga: Uang Beredar di April 2024 Tumbuh Melambat, BI Ungkap Sebabnya

Destry mengungkapkan, ada tiga aspek sebagai game changer bagi perekonomian Indonesia. Pertama, pengembangan pasar uang dan pasar valas dalam mendukung pembiayaan ekonomi.

Menurut Destry, kondisi pasar keuangan domestik masih relatif dangkal dibandingkan dengan negara peers, Namun, dalam 2 tahun belakangan mulai terlihat adanya perbaikan.

"Kita tidak bisa puas begitu saja, karena dibandingkan negara lain kedalaman pasar kita masih relatif rendah, contohnya untuk peningkatan transaksi derivatif indonesia dengan negara peers kita masih sekitar 44% dari total transaksi,” kata Destry saat menjalani fit and proper test di Komisi XI DPR RI, Senin (3/6/2024).

Baca Juga: Rupiah di Kisaran Rp16.000/USD, Bos BI Perry Warjiyo: Gak Usah Kaget dan Bingung

Dalam hal ini, Destry akan melakukan penguatan blueprint pengembangan pasar uang sebagai peta jalan untuk menciptakan well-functioning market dalam mendukung kelancaran transmisi kebijakan moneter dan sebagai fondasi dari stabilitas sistem keuangan serta pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Dengan visi membangun pasar uang dan pasar valuta asing yang modern dan maju. Adapun pilar utama kebijakan ini, yakni melakukan digitalisasi dan penguatan infrastruktur pasar keuangan, penguatan efektivitas kebijakan moneter, dan sinergi pembiayaan pembangunan.

Kedua, penguatan sistem pembayaran pada digitalisasi ekonomi dan keuangan. Hal ini memperhatikan potensi digital Indonesia, dengan BI merespons dengan tiga fokus kebijakan sistem pembayaran.

Hal tersebut di antaranya dengan menjaga stabilitas infrastruktur sistem pembayaran, memperkuat industri sistem pembayaran yang sehat, dan memperluas akseptasi digital.

Ketiga, kebijakan makroprudensial yang akomodatif dan pro growth. Penguatan kebijakan ini dilakukan penguatan kebijakan insentif makroprudensial (KLM), melalui perluasan pemberian insentif kepada sektor-sektor yang memiliki daya ungkit tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap tinggi.

"Oleh karena itu, tema yang saya angkat dalam makalah saya adalah BI sinergi untuk mendukung Indonesia maju," tegas Destry.

Sebagai informasi, Destry meraih gelar sarjana ekonomi dari Universitas Indonesia. Kemudian memperoleh gelar Master of Science dari Field of Regional Science Cornell University, New York, Amerika Serikat.

Dalam mengawali karirnya, dia menjabat sebagai Senior Economic Adviser Duta Besar Inggris untuk Indonesia pada 2000-2003, selanjutnya sebagai peneliti dan pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 2005-2006, dan Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas pada 2005-2011.

Destry kemudian melanjutkan karirnya sebagai Kepala Ekonom Bank Mandiri pada 2011-2015, Ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN pada 2014-2015, serta Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada periode 2015-2019.

Sementara itu, Destry resmi menjadi Deputi Gubernur Senior BI berdasarkan Keputusan Presiden RI No.74/P tahun 2019 pada 29 Juli 2019 untuk periode 2019-2024. Masa jabatannya akan berakhir pada 7 Agustus 2024.

Presiden Joko Widodo atau Jokowo kembali mengusulkan nama Destry Damayanti menjadi calon Deputi Gubernur Senior BI untuk masa jabatan 2024-2029.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Kemenag-BI Dorong Rohis...
Kemenag-BI Dorong Rohis Jadi Penggerak Literasi Syariah di Ruang Digital
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Rekomendasi
NTB Krisis Air Bersih...
NTB Krisis Air Bersih Akibat Kemarau, 1.129 KK Terdampak
Roy Suryo Hadiri Sidang...
Roy Suryo Hadiri Sidang Perdana Praperadilan: Tidak Ada Upaya untuk Memperlambat Peristiwa Utamanya
Kemenhaj Sebut 90% Jemaah...
Kemenhaj Sebut 90% Jemaah Haji Sudah Tiba di Tanah Air
Berita Terkini
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram, Ini Rinciannya
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
GAPKI Soroti Indonesia...
GAPKI Soroti Indonesia Belum Ada Acuan Harga Sawit yang Seragam
Harga Minyak Kembali...
Harga Minyak Kembali ke Level Sebelum Perang, Mengapa Bensin Tak Ikut Turun?
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved