MIND ID Cetak Laba Bersih Rp27,5 Triliun di 2023, Naik 22,5%
Senin, 03 Juni 2024 - 14:53 WIB
loading...
Direktur Utama MIND ID, Hendi Prio Santoso saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, mengatakan, selama tiga tahun berturut-turut perusahaan bisa mencatatkan kenaikan net profit. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Holding BUMN Pertambangan atau MIND ID membukukan laba bersih atau net profit sebesar Rp 27,5 triliun pada 2023. Angka ini naik 22,3% dibandingkan 2022, yaitu Rp22,5 triliun.
Baca Juga: MIND ID Optimalkan Peran Indometal dalam Pasar Komoditas Tambang Global
Direktur Utama MIND ID, Hendi Prio Santoso mengatakan, selama tiga tahun berturut-turut perusahaan bisa mencatatkan kenaikan net profit. Di mana, 2021 laba bersih holding di angka Rp 14,3 triliun, naik menjadi Rp22,5 triliun pada 2022, kemudian terkerek di posisi Rp27,5 triliun di 2023.
“Net profit, yang alhamdulilah sejak 2021-2023 average growth rate-nya 39 persen, meningkat dari Rp 14,3 triliun di 2021, meningkat Rp 22,5 triliun di 2022, dan menjadi Rp 27,5 triliun menurut laporan audited di tahun 2023,” ujar Hendi saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Senin (3/6/2024).
Baca Juga: Bukti MIND ID Mainkan Peran Jadi Juru Kunci Hilirisasi Tambang RI
Untuk pendapatan sebelum dikurangi bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) juga naik hingga menyentuh Rp 40,3 triliun pada tahun lalu. Adapun, pertumbuhan aset perusahaan sebesar 12 persen sepanjang tiga tahun berturut-turut dengan posisi akhir capaian menjadi Rp 259,2 triliun pada 2023.
“Sedangkan kekayaan berupa Equity yang ditanamkan juga meningkat menjadi Rp 129,6 triliun, tumbuh dari 2021 sebesar Rp87,2 triliun meningkat dengan 22 persen,” paparnya.
Baca Juga: MIND ID Optimalkan Peran Indometal dalam Pasar Komoditas Tambang Global
Direktur Utama MIND ID, Hendi Prio Santoso mengatakan, selama tiga tahun berturut-turut perusahaan bisa mencatatkan kenaikan net profit. Di mana, 2021 laba bersih holding di angka Rp 14,3 triliun, naik menjadi Rp22,5 triliun pada 2022, kemudian terkerek di posisi Rp27,5 triliun di 2023.
“Net profit, yang alhamdulilah sejak 2021-2023 average growth rate-nya 39 persen, meningkat dari Rp 14,3 triliun di 2021, meningkat Rp 22,5 triliun di 2022, dan menjadi Rp 27,5 triliun menurut laporan audited di tahun 2023,” ujar Hendi saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Senin (3/6/2024).
Baca Juga: Bukti MIND ID Mainkan Peran Jadi Juru Kunci Hilirisasi Tambang RI
Untuk pendapatan sebelum dikurangi bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) juga naik hingga menyentuh Rp 40,3 triliun pada tahun lalu. Adapun, pertumbuhan aset perusahaan sebesar 12 persen sepanjang tiga tahun berturut-turut dengan posisi akhir capaian menjadi Rp 259,2 triliun pada 2023.
“Sedangkan kekayaan berupa Equity yang ditanamkan juga meningkat menjadi Rp 129,6 triliun, tumbuh dari 2021 sebesar Rp87,2 triliun meningkat dengan 22 persen,” paparnya.
Lihat Juga :