BI Tahan Suku Bunga Acuan Bisa Genjot Pemulihan Ekonomi
Kamis, 20 Agustus 2020 - 13:48 WIB
loading...
BI Tahan Bunga Acuan Bisa Percepat Pemulihan Ekonomi. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ekonom Bank BNI Ryan Kiryanto menilai pertimbangan diputuskannya BI Rate, Lending Rate Facility dan Deposit Rate Facility tetap pada level sebelumnya alias tidak berubah merupakan keputusan yang sudah tepat. Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) telah mempertahankan suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) pada level 4.0%.
Baca Juga: Ini Alasan Bos BI Tahan Suku Bunga Acuan
Hal itu dapat mengkonfirmasi adanya sinyal perbaikan ekonomi global dan domestik di kuartal ketiga dan seterusnya setelah pada kuartal kedua 2020 mengalami perlambatan yang ekstrim. "Sejak Juli hingga sekarang ini, sudah terlihat denyut nadi kegiatan ekonomi di berbagai daerah/kota menggeliat kendati masih terbatas di tengah penerapan protokol kesehatan," kata Ryan saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Kamis (19/2020).
Baca Juga: Tahan Suku Bunga Acuan, Jurus BI Cegah Dana Asing Kabur dari RI
Dia menlanjutkan adanya menggeliatnya perekonomian ini paralel dengan penerapan protokol kesehatan sebagai upaya menyeimbangkan antara sisi ekonomi dengan sisi kesehatan. "Dengan demikian, PDB Indonesia di kuartal ketiga akan membaik dan akan lebih baik lagi di kuartal keempat seiring dengan akselerasi penyerapan anggaran baik yang tersedia di APBN 2020 maupun di Program PEN untuk sisi sosial/kesehatan dan sisi ekonomi," tandasnya.
Baca Juga: Ini Alasan Bos BI Tahan Suku Bunga Acuan
Hal itu dapat mengkonfirmasi adanya sinyal perbaikan ekonomi global dan domestik di kuartal ketiga dan seterusnya setelah pada kuartal kedua 2020 mengalami perlambatan yang ekstrim. "Sejak Juli hingga sekarang ini, sudah terlihat denyut nadi kegiatan ekonomi di berbagai daerah/kota menggeliat kendati masih terbatas di tengah penerapan protokol kesehatan," kata Ryan saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Kamis (19/2020).
Baca Juga: Tahan Suku Bunga Acuan, Jurus BI Cegah Dana Asing Kabur dari RI
Dia menlanjutkan adanya menggeliatnya perekonomian ini paralel dengan penerapan protokol kesehatan sebagai upaya menyeimbangkan antara sisi ekonomi dengan sisi kesehatan. "Dengan demikian, PDB Indonesia di kuartal ketiga akan membaik dan akan lebih baik lagi di kuartal keempat seiring dengan akselerasi penyerapan anggaran baik yang tersedia di APBN 2020 maupun di Program PEN untuk sisi sosial/kesehatan dan sisi ekonomi," tandasnya.
(nng)