alexametrics

Rupiah Ditutup Tak Berdaya Saat Yen Kokoh Dekat Level Tertinggi

loading...
Rupiah Ditutup Tak Berdaya Saat Yen Kokoh Dekat Level Tertinggi
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Senin (25/3/2019) ditutup tak berdaya saat Yen Jepang yang kokoh di dekat level tertinggi lawan dolar. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Senin (25/3/2019) ditutup tak berdaya untuk jatuh semakin dalam, meski sedikit terkoreksi dibandingkan sesi sebelumnya. Meski begitu kur rupiah masih tidak lebih baik dari akhir pekan kemarin untuk mengiringi Yen Jepang yang kokoh di dekat level tertinggi.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di sesi akhir perdagangan tenggelam pada level Rp14.180/USD atau memburuk dibandingkan penutupan sebelumnya Rp14.160/USD. Pergerakan harian rupiah pada awal pekan berada di kisaran Rp14.153 hingga Rp14.225/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg juga terlihat terkapar pada perdagangan spot exchange ke posisi Rp14.185/USD dibandingkan Jumat kemarin Rp14.162/USD. Rupiah dalam perdagangan hari ini bergerak pada level Rp14.185-Rp14.225/USD.



Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah juga terlihat loyo untuk bertengger ke posisi Rp14.205/USD untuk terus memperlihatkan sinyal keterpurukan. Posisi ini memburuk dari penutupan akhir pekan atau tidak lebih baik Rp14.165/USD.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada zona merah dengan berada pada level Rp14.223/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah anjlok sangat dalam dari posisi perdagangan sebelumnya Rp14.157/USD .

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Yen Jepang bertahan di dekat posisi tertinggi enam minggu terhadap dolar pada hari Senin karena kekhawatiran resesi ekonomi. Sedangkan dolar AS tergerus oleh inversi kurva imbal hasil obligasi A.S, melemahkan permintaan untuk hasil yang lebih tinggi terhadap aset yang bergantung pada pertumbuhan dan mendorong investor memilih "aman".

Dengan imbal hasil 10 tahun AS sekarang hampir dua basis poin di bawah hasil tiga bulan yang menjadi sinyal resesi, membuat ekuitas bergerak mundur. Sementara Yen Jepang dan harga emas menanjak naik, dimana Yen diperdagangkan pada level 109,70 versus greenback.

Sedangkan dolar AS (USD) tergelincir versus enem mata uang utama menjadi sekitar 96,6. Selanjutnya euro juga bergerak mendatar terhadap dolar pada level 1,13080 usai terimbas data negatif PMI manufaktur.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak