alexametrics

Sarinah Gelar Program Sejuta Paket Pangan Murah

loading...
Sarinah Gelar Program Sejuta Paket Pangan Murah
program penjualan Sejuta Paket Pangan Murah di Lapangan parkir barat Gedung Sarinah Thamrin. Foto/Ist
A+ A-
JAKARTA - Dalam rangka HUT ke-21 Kementerian BUMN, PT Sarinah (Persero) menggelar program penjualan "Sejuta Paket Pangan Murah" di Lapangan parkir barat Gedung Sarinah Thamrin. Sebanyak 1.000 paket pangan dijual dengan harga hanya Rp10.000.

"Ini merupakan wujud eksistensi dari Sinergi BUMN yang selalu hadir untuk negeri dalam membantu meringankan beban masyarakat, warga di sekitar lingkungan sarinah dan masyarakat yang sedang berolah raga dalam kegiatan Car Free Day (CFD) Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat," kata General Manager Akuntansi Keuangan Sarinah Asep Rahmat di Jakarta, Minggu (31/3/2019).

Paket sembako tersebut terdiri dari sejumlah produk pangan unggulan, seperti beras 1 kg, minyak 1 liter, sarden 425 gram, gula 450 gram dan garam 250 gram yang memang diproduksi beberapa perusahaan yang berada di bawah naungan BUMN.



"Jadi dari harga normal Rp45.000, sembako yang kita dapat dari Bulog dan sebagainya kita jual hanya Rp10.000. Selisihnya yang Rp35.000 kita pakai dana CSR atau PKBL," jelas dia.

Untuk pembelian paket pangan murah itu, masyarakat diwajibkan melakukan instalasi dan regitrasi di aplikasi Link Aja. Transaksi tersebut bisa dilakukan dengan menunjukkan aplikasi Link Aja yang bisa diunduh melalui Play Store ataupun Appstore, dan di bantu oleh para milenials dari PT Sarinah.

Ini bukan pertama kalinya perusahaan meluncurkan inisiatif digital. Pada Juni tahun lalu perseroan meluncurkan aplikasi Sarinah Online dan promosi lewat media sosial instagram dan twitter yang jumlah follower-nya ditargetkan mencapai 1 juta akun. "Kalau enggak ikutan digital bisa ketinggalan kita," kata dia.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak