Sukses Dedolarisasi, Putin Sebut 40% Perdagangan Rusia Kini Gunakan Rubel
Sabtu, 08 Juni 2024 - 21:49 WIB
loading...
A
A
A
Laporan menunjukkan bahwa angka ini meningkat dari sekitar 30% tahun lalu, dan lebih tinggi dari 15% pada tahun-tahun sebelum perang. Putin merinci rencana untuk melakukan perombakan besar-besaran pada pasar keuangan domestik negaranya, termasuk rencana untuk melipatgandakan nilai pasar saham Rusia pada akhir dekade ini, mengurangi impor dan meningkatkan investasi pada aset tetap.
Baca Juga: Demi Bebaskan 4 Sandera, Tentara Israel Bunuh 50 Warga di Gaza Tengah
Negara-negara Barat telah berupaya memotong perekonomian Rusia yang bernilai USD2 triliun sebagai respons terhadap operasi militer Moskow ke Ukraina pada Februari 2022. Namun, perekonomian Rusia tak bergeming, bahkan diperkirakan akan tumbuh lebih cepat dibandingkan negara-negara maju lainnya pada tahun ini, meski di tengah hujan sanksi Barat.
Dalam Outlook Ekonomi Dunia pada bulan April, Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan ekonomi Rusia akan tumbuh sebesar 3,2% pada tahun 2024, melebihi perkiraan tingkat ekspansi AS sebesar 2,7%. Sementara, Jerman, Prancis dan Inggris diperkirakan akan mencatat pertumbuhan ekonomi kurang dari 1%.
Rusia menyatakan bahwa sanksi Barat terhadap industri-industri penting di negaranya telah membuat negara itu lebih mandiri dan konsumsi swasta serta investasi dalam negeri lebih tangguh. Ekspor minyak dan komoditas ke negara-negara seperti India dan China pun memungkinkan Moskow mempertahankan pendapatan ekspor yang kuat.
Baca Juga: Demi Bebaskan 4 Sandera, Tentara Israel Bunuh 50 Warga di Gaza Tengah
Negara-negara Barat telah berupaya memotong perekonomian Rusia yang bernilai USD2 triliun sebagai respons terhadap operasi militer Moskow ke Ukraina pada Februari 2022. Namun, perekonomian Rusia tak bergeming, bahkan diperkirakan akan tumbuh lebih cepat dibandingkan negara-negara maju lainnya pada tahun ini, meski di tengah hujan sanksi Barat.
Dalam Outlook Ekonomi Dunia pada bulan April, Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan ekonomi Rusia akan tumbuh sebesar 3,2% pada tahun 2024, melebihi perkiraan tingkat ekspansi AS sebesar 2,7%. Sementara, Jerman, Prancis dan Inggris diperkirakan akan mencatat pertumbuhan ekonomi kurang dari 1%.
Rusia menyatakan bahwa sanksi Barat terhadap industri-industri penting di negaranya telah membuat negara itu lebih mandiri dan konsumsi swasta serta investasi dalam negeri lebih tangguh. Ekspor minyak dan komoditas ke negara-negara seperti India dan China pun memungkinkan Moskow mempertahankan pendapatan ekspor yang kuat.
(fjo)
Lihat Juga :