IMF Singgung Soal Utang ke Ukraina: Tetap di Jalurnya

Senin, 10 Juni 2024 - 12:15 WIB
loading...
IMF Singgung Soal Utang...
Matahari sore terbenam di dekat Jalan Khreshchatyk di Kiev, di tengah serangan Rusia ke Ukraina, 29 Maret 2024. Foto/Dok Reuters/Thomas Peter/
A A A
WASHINGTON - Dana Moneter Internasional atau IMF menerangkan, pembicaraan restrukturisasi utang Ukraina dengan pemegang obligasi dan kreditor masih terus berlanjut. Hal itu disampaikan oleh juru bicara IMF, Julie Kozack dalam diskusi lanjutan.

Kozack mengatakan, bahwa dewan IMF mempertimbangkan kesepakatan tingkat staf untuk tinjauan terbaru program pinjaman IMF Ukraina senilai USD15,6 miliar dalam beberapa minggu mendatang. Perjanjian tersebut, membuka tab baru yang pada 31 Mei diumumkan, akan merilis pencairan USD2,2 miliar ke Kiev.

Baca Juga: Bayar Utang Ukraina, AS Mendorong Ambil Bunga dari Aset Rusia Rp4.867 T yang Dibekukan

Meski begitu Kozack tidak memberikan rincian tentang isi diskusi utang itu. Program Ukraina dengan Dana Moneter Internasional menetapkan, bahwa negara itu harus merestrukturisasi utang komersialnya – yang mencakup sekitar USD20 miliar obligasi internasional – meskipun IMF belum menentukan batas waktu.

Baca Juga: Ukraina Bakal Bangkrut Jika Negara-negara Barat Tak Hapus Utang

Kiev sendiri juga ingin mempertahankan akses ke pasar modal global. Dia mengatakan, bahwa analisis keberlanjutan utang baru yang akan diterbitkan dalam laporan staf setelah persetujuan dewan dari tinjauan Ukraina akan berisi rincian lebih lanjut tentang berapa banyak keringanan utang yang dibutuhkan.

"Jadi dalam arti tertentu, apa yang dilakukan IMF adalah kita melihat kondisi ekonomi makro dan melihat jumlah keringanan utang yang dibutuhkan untuk membawa utang ke tingkat yang berkelanjutan," kata Kozack.

Dia mengatakan kinerja Ukraina dalam melaksanakan reformasi dan memenuhi target program pinjaman "tetap kuat meskipun ada tantangan perang." Ekonomi Ukraina dinilai terbukti tangguh, tetapi risiko akibat serangan Rusia meningkat.

Kozack juga mengidentifikasi beberapa reformasi penting yang perlu dilakukan Ukraina untuk menjaga program pinjaman tetap pada jalurnya, termasuk menyelesaikan audit eksternal Biro Anti-Korupsi Nasional dan untuk mengubah KUHAP negara pada musim gugur tahun ini.

Dia juga mengatakan bahwa Ukraina perlu memberlakukan undang-undang untuk membentuk pengadilan administrasi tinggi baru pada akhir 2024.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
IMF, Bank Dunia, dan...
IMF, Bank Dunia, dan IEA Ketar-ketir Kelangkaan BBM di Depan Mata
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Terancam Bangkrut? 27...
Terancam Bangkrut? 27 Negara Panik Amankan Dana Darurat Bank Dunia
Eropa Diam-diam Borong...
Eropa Diam-diam Borong Gas Rusia hingga Tembus Rekor, Terjebak Skenario Krisis Energi?
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Rekomendasi
Pesta Akbar Piala Dunia...
Pesta Akbar Piala Dunia 2026, Tiga Upacara Pembukaan Digelar
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved