Pertamina Jalankan Amanah Kelola Energi Hingga Pelosok Indonesia Pada 2023
Senin, 10 Juni 2024 - 17:13 WIB
loading...
A
A
A
Dekarbonisasi scope 3 Pertamina, pada kurun waktu sama, mencapai 32,7 juta ton CO2 yang berasal dari pemanfaatan produk Biodiesel B35.
Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menambahkan, berbagai upaya sustainability Pertamina telah membawa peningkatan peringkat ESG (environment, social, governance) Pertamina pada 2023, yaitu menjadi posisi pertama pada subsektor Minyak dan Gas Terintegrasi, dibandingkan dari 61 perusahaan dunia.
Berdasarkan peringkat dari lembaga ESG Rating Sustainalytics. ESG skor Pertamina pada akhir 2023 naik menjadi 20,7 (Medium Risk) dari sebelumnya 22,1. Skor Sustainalytics yang lebih rendah ini mencerminkan tingkat risiko yang lebih baik.
Fadjar berharap, pada tahun mendatang, Pertamina dapat meningkatkan kontribusinya pada negara dan masyarakat, serta lingkungan.
"Peran Pertamina dalam pendistribusian energi, termasuk juga upaya untuk menggerakan ekosistem bisnis rendah karbon dan memicu pertumbuhan ekonomi nasional, menjadi salah satu pencapaian dalam tahun 2023. Diharapkan pada tahun mendatang, Pertamina dapat meningkatkan kontribusinya pada negara, maupun berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungan," ujar Fadjar.
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.
Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menambahkan, berbagai upaya sustainability Pertamina telah membawa peningkatan peringkat ESG (environment, social, governance) Pertamina pada 2023, yaitu menjadi posisi pertama pada subsektor Minyak dan Gas Terintegrasi, dibandingkan dari 61 perusahaan dunia.
Berdasarkan peringkat dari lembaga ESG Rating Sustainalytics. ESG skor Pertamina pada akhir 2023 naik menjadi 20,7 (Medium Risk) dari sebelumnya 22,1. Skor Sustainalytics yang lebih rendah ini mencerminkan tingkat risiko yang lebih baik.
Fadjar berharap, pada tahun mendatang, Pertamina dapat meningkatkan kontribusinya pada negara dan masyarakat, serta lingkungan.
"Peran Pertamina dalam pendistribusian energi, termasuk juga upaya untuk menggerakan ekosistem bisnis rendah karbon dan memicu pertumbuhan ekonomi nasional, menjadi salah satu pencapaian dalam tahun 2023. Diharapkan pada tahun mendatang, Pertamina dapat meningkatkan kontribusinya pada negara, maupun berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungan," ujar Fadjar.
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.
(skr)
Lihat Juga :