Rupiah Melemah Nyaris Rp16.300, Hati-hati Utang Membengkak

Rabu, 12 Juni 2024 - 15:55 WIB
loading...
Rupiah Melemah Nyaris...
Nilai tukar (kurs) rupiah ditutup melemah pada perdagangan Rabu (12/6/2024). FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah pada perdagangan hari ini ditutup melemah 3 poin poin atau 0,02 persen ke level Rp16.294 setelah sebelumnya di Rp16.291 per dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sempat dibuka pada level Rp16.296 per dolar AS.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, indeks dolar AS stabil di dekat level tertinggi satu bulan pada hari ini setelah rebound dalam beberapa sesi terakhir untuk mengantisipasi isyarat pada Rabu pertemuan bank sentral AS.

"The Fed akan mengadakan pertemuan dua hari pada hari Rabu dan diperkirakan tidak akan mengubah suku bunga. Namun setiap sinyal mengenai keputusan suku bunga di masa depan akan diawasi dengan ketat terutama di tengah maraknya spekulasi mengenai potensi penurunan suku bunga pada bulan September," tulis Ibrahim dalam risetnya, Rabu (12/6/2024).

Baca Juga: Rupiah Loyo, Terseret Utang Jatuh Tempo Pemerintah Rp800 Triliun

Para pelaku pasar juga mewaspadai kemungkinan sikap hawkish dari The Fed, di tengah tingginya inflasi dan kuatnya pasar tenaga kerja. Sebelum pertemuan Fed, data indeks harga konsumen juga akan dirilis pada Rabu, dan diperkirakan menunjukkan inflasi tetap stabil di bulan Mei. Tren seperti ini memberi The Fed lebih banyak dorongan untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Data inflasi Tiongkok yang beragam juga menimbulkan beberapa kekhawatiran terhadap pemulihan ekonomi di negara tersebut. Meskipun inflasi indeks harga produsen menyusut pada laju paling lambat dalam 15 bulan pada bulan Mei, inflasi indeks harga konsumen tumbuh kurang dari perkiraan, hampir tidak berada di luar wilayah kontraksi. Angka tersebut menunjukkan bahwa belanja konsumen yang merupakan pendorong utama perekonomian Tiongkok masih lemah, bahkan ketika aktivitas pabrik meningkat.

Dari sentimen domestik, ekonom menyambut baik pernyataan Bank Dunia yang kembali menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini karena ekspansi AS yang kuat, sembari memperingatkan bahwa perubahan iklim, perang, dan utang yang membengkak akan semakin merugikan.

Bank ini menaikkan proyeksinya menjadi 2,6 persen dari perkiraan 2,4 persen di Januari akan menjadi akhir dari setengah dekade terburuk dalam pertumbuhan perdagangan sejak tahun 1990-an. Proyeksi naiknya pertumbuhan ekonomi global akan berdampak positif terhadap perekonomian asia tenggara, terutama Indonesia yang digadang-gadang baik oleh pemerintah ataupun Bank Indonesia berada di kisaran 5,11 persen secara tahunan.

Baca Juga: Rupiah Makin Merana, Sore Ini Ditutup Melemah ke Rp16.265 per USD

Dan sebagian besar peningkatan ini berasal dari Bank Dunia yang menaikkan proyeksi pertumbuhan AS menjadi 2,5 persen dari perkiraan sebelumnya sebesar 1,6 persen. Sedangkan tingkat inflasi global diperkirakan akan turun menjadi 3,5 persen tahun ini dan 2,9 persen pada tahun 2025, tetapi turun lebih lambat dari yang diproyeksikan pada Januari. Hal ini menandakan bahwa banyak bank sentral akan tetap berhati-hati dalam memangkas suku bunga, yang mungkin akan tetap tinggi menurut standar sebelum pandemi, dengan rata-rata sekitar 4 persen pada tahun 2025 hingga 2026.

Meskipun pertumbuhan perdagangan akan meningkat sedikit tahun ini dari kemandekan tahun lalu, Bank Dunia memperkirakan bahwa tahun 2024 akan menjadi akhir dari setengah dekade terburuk dalam pertumbuhan perdagangan sejak tahun 1990-an. Berdasarkan data di atas, mata uang rupiah untuk perdagangan berikutnya diprediksi bergerak fluktuatif, namun kembali ditutup menguat di rentang Rp16.250 - Rp16.320.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Bergejolak, Saatnya...
Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global?
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Rupiah Melemah, Bagaimana...
Rupiah Melemah, Bagaimana Nasib Proyek IKN?
Orang Kaya Diminta Lepas...
Orang Kaya Diminta Lepas Dolar, Dasco Sebut Rupiah Menguat Minggu Depan
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Baskara Putra Mengeluh Harga Alat Musik Naik
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
Rekomendasi
Amerika Serikat vs Paraguay:...
Amerika Serikat vs Paraguay: Awal Krusial di Grup D Piala Dunia 2026
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Berita Terkini
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa...
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Universitas Trilogi Menjadi Investor Cerdas
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Pegadaian Gelar LEXIS...
Pegadaian Gelar LEXIS 2026, Langkah Strategis Layani Masyarakat di Tengah Transformasi Hukum Nasional
Infografis
10 Negara dengan Pria...
10 Negara dengan Pria Tertampan di Dunia, Siap Bikin Jatuh Hati!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved