Mudahnya Jualan Online Tanpa Ribet
Jum'at, 21 Agustus 2020 - 09:30 WIB
loading...
A
A
A
UMKM Unilever Indonesia memiliki program “Selling with Purpose”, sebagai program berkelanjutan yang didasari kepercayaan bahwa kesuksesan perusahaan berjalan seiring dengan kesuksesan para mitra UMKM.
Melalui kampanye #UnileverUntukIndonesia, perusahaan multinasional ini ingin memberikan dukungan nyata kepada 147.000 pedagang warung yang berada dalam ekosistem mereka agar tetap sehat selamat dan dapat tetap berjualan. Untuk menjaga pelaku UMKM maupun pelanggan mereka tetap sehat selamat, Unilever memberi bantuan berupa alat perlindungan diri kepada para pemilik warung berupa pelindung wajah, masker, hand sanitizer, sabun cuci tangan, dan karbol Wipol. (Baca juga: Gesek ATM Mulai Gak Laku, Nasabah Lebih Milih Digital Banking)
Bagi Unilever Indonesia, kemitraan dengan para pelaku UMKM —khususnya para mitra pedagang warung kami— adalah bagian penting dari ekosistem dan pertumbuhan sejak awal Unilever berdiri. Sementara, guna mendorong ke-147.000 pedagang warung memperbaiki cashflow dan menjaga kelancaran usaha, Unilever juga bakal menyumbangkan keuntungan dari transaksi mereka dengan perusahaan ini selama tiga bulan ke depan. Bantuan tersebut merupakan suntikan modal baru, yang jumlah totalnya mencapai Rp40 miliar.
Selain itu, Unileverakan mendukung perkembangan usaha pelaku UMKM tersebut lewat platform digital seperti melalui strategi Road-to-Market yang terintegrasi ke dalam aplikasi Sahabat Warung, serta pelatihan literasi digital untuk mendorong para pedagang ini bermigrasi ke platform e-commerce.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyambut baik inisiatif yang dilakukan oleh Unilever. Apalagi sokongan terhadap 147.000 warung yang menjadi mitra Unilever itu sejalan dengan program yang dibuat oleh Kementerian Koperasi dan UKM (Kemen Kop UKM) bernama “Belanja di Warung Tetangga”. “Salah satu fokus Kemen Kop UKM adalah memastikan para pelaku UMKM bertahan dari dampak pandemi serta mampu bersaing di pasar dengan masuk dan terintegrasi secara berkelanjutan ke dalam rantai pasok industri. Hal ini sejalan dengan dukungan Unilever Indonesia terhadap 147.000 warung yang menjadi mitra usaha melalui kampanye #UnileverUntukIndonesia sebagai langkah konkret membantu UMKM yang tengah menghadapi kesulitan karena pandemi Covid-19,” kata Teten. (Lihat videonya: Jejak Tradisi Malam 1 Suro dan Suronan di Pesantren)
Beberapa contoh pemberdayaan UMKM yang telah dilakukan perusahaan tersebut, antara lain pendampingan dan sistem teknologi untuk pengembangan minimarket lokal, pelatihan literasi digital “Mudah Jualan Online”, beragam pemberdayaan UMKM perempuan melalui brand Sunlight, gelaran kuliner tahunan “Festival Jajanan Bango”, program bagi wirausaha mikro penjual es krim bernama “Juragan Seru”, serta pemberdayaan perempuan pengelola Bank Sampah, kelompok tani perempuan, dan koperasi tani yang digerakkan oleh Unilever Indonesia Foundation. (Sali Pawiatan)
Melalui kampanye #UnileverUntukIndonesia, perusahaan multinasional ini ingin memberikan dukungan nyata kepada 147.000 pedagang warung yang berada dalam ekosistem mereka agar tetap sehat selamat dan dapat tetap berjualan. Untuk menjaga pelaku UMKM maupun pelanggan mereka tetap sehat selamat, Unilever memberi bantuan berupa alat perlindungan diri kepada para pemilik warung berupa pelindung wajah, masker, hand sanitizer, sabun cuci tangan, dan karbol Wipol. (Baca juga: Gesek ATM Mulai Gak Laku, Nasabah Lebih Milih Digital Banking)
Bagi Unilever Indonesia, kemitraan dengan para pelaku UMKM —khususnya para mitra pedagang warung kami— adalah bagian penting dari ekosistem dan pertumbuhan sejak awal Unilever berdiri. Sementara, guna mendorong ke-147.000 pedagang warung memperbaiki cashflow dan menjaga kelancaran usaha, Unilever juga bakal menyumbangkan keuntungan dari transaksi mereka dengan perusahaan ini selama tiga bulan ke depan. Bantuan tersebut merupakan suntikan modal baru, yang jumlah totalnya mencapai Rp40 miliar.
Selain itu, Unileverakan mendukung perkembangan usaha pelaku UMKM tersebut lewat platform digital seperti melalui strategi Road-to-Market yang terintegrasi ke dalam aplikasi Sahabat Warung, serta pelatihan literasi digital untuk mendorong para pedagang ini bermigrasi ke platform e-commerce.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyambut baik inisiatif yang dilakukan oleh Unilever. Apalagi sokongan terhadap 147.000 warung yang menjadi mitra Unilever itu sejalan dengan program yang dibuat oleh Kementerian Koperasi dan UKM (Kemen Kop UKM) bernama “Belanja di Warung Tetangga”. “Salah satu fokus Kemen Kop UKM adalah memastikan para pelaku UMKM bertahan dari dampak pandemi serta mampu bersaing di pasar dengan masuk dan terintegrasi secara berkelanjutan ke dalam rantai pasok industri. Hal ini sejalan dengan dukungan Unilever Indonesia terhadap 147.000 warung yang menjadi mitra usaha melalui kampanye #UnileverUntukIndonesia sebagai langkah konkret membantu UMKM yang tengah menghadapi kesulitan karena pandemi Covid-19,” kata Teten. (Lihat videonya: Jejak Tradisi Malam 1 Suro dan Suronan di Pesantren)
Beberapa contoh pemberdayaan UMKM yang telah dilakukan perusahaan tersebut, antara lain pendampingan dan sistem teknologi untuk pengembangan minimarket lokal, pelatihan literasi digital “Mudah Jualan Online”, beragam pemberdayaan UMKM perempuan melalui brand Sunlight, gelaran kuliner tahunan “Festival Jajanan Bango”, program bagi wirausaha mikro penjual es krim bernama “Juragan Seru”, serta pemberdayaan perempuan pengelola Bank Sampah, kelompok tani perempuan, dan koperasi tani yang digerakkan oleh Unilever Indonesia Foundation. (Sali Pawiatan)
(ysw)
Lihat Juga :