alexametrics

Kuartal I 2019, United Tractors Bukukan Laba Bersih Rp3,1 Triliun

loading...
Kuartal I 2019, United Tractors Bukukan Laba Bersih Rp3,1 Triliun
PT United Tractors Tbk pada kuartal I 2019 membukukan laba bersih Rp3,1 triliun. Foto/Dok.
A+ A-
JAKARTA - PT United Tractors Tbk (UNTR) pada kuartal I 2019, membukukan pendapatan bersih sebesar Rp22,6 triliun atau meningkat 19% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp19,0 triliun.

Sejalan dengan peningkatan pendapatan bersih, UNTR membukukan laba bersih sampai dengan Maret 2019 sebesar Rp3,1 triliun atau meningkat 21% dibandingkan laba bersih periode yang sama tahun 2018 sebesar Rp2,5 triliun. Pertumbuhan laba bersih ini didorong oleh kinerja positif dari lini bisnis kontraktor penambangan dan kontribusi baru dari lini bisnis pertambangan emas.

Mesin konstruksi, kontraktor penambangan, pertambangan batubara, pertambangan emas dan industri konstruksi secara berturut-turut memberikan kontribusi sebesar 30%, 42%, 16%, 8% dan 4% terhadap total pendapatan bersih konsolidasian.



Segmen usaha mesin konstruksi mencatat peningkatan penjualan alat berat Komatsu sebesar 1% menjadi 1.181 unit, dibandingkan dengan 1.171 unit pada kuartal I 2018. Komatsu mampu mempertahankan posisi sebagai market leader alat berat, dengan pangsa pasar domestik 38% (berdasarkan riset pasar internal).

Sementara itu, pendapatan perseroan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat meningkat 2% menjadi Rp2,2 triliun. Penjualan produk merek lainnya yaitu UD Trucks mengalami penurunan dari 202 unit menjadi 161 unit, dan penjualan produk Scania turun dari 266 unit menjadi 148 unit.

"Penurunan penjualan UD Trucks dan Scania karena pengaruh penurunan harga batubara kalori rendah dan menengah, dimana kedua produk tersebut banyak digunakan di sektor pertambangan," terang Corporate Secretary UNTR, Sara Loebis dalam keterangan resmi, Rabu (24/4/2019).

Secara total, pendapatan bersih dari segmen usaha mesin konstruksi turun 2% menjadi Rp6,8 triliun dibandingkan Rp6,9 triliun pada periode yang sama tahun 2018.

Bidang usaha kontraktor penambangan yang dioperasikan PT Pamapersada Nusantara (PAMA), sampai bulan Maret 2019, membukukan peningkatan pendapatan bersih sebesar 20% menjadi Rp9,5 triliun. PAMA mencatat peningkatan volume produksi batubara sebesar 14%, dari 26,7 juta ton menjadi 30,5 juta ton. Sementara itu, volume pekerjaan pemindahan tanah (overburden removal)meningkat 13% dari 207,1 juta bcm menjadi 234,6 juta bcm.

Bidang usaha pertambangan batubara yang dijalankan PT Tuah Turangga Agung, total penjualan batubara pada kuartal I 2019 mencapai 2,5 juta ton termasuk 325 ribu ton batubara kokas, turun jika dibandingkan periode yang sama tahun 2018 sebesar 2,6 juta ton. Namun demikian, pendapatan unit usaha pertambangan batubara mencatat peningkatan 5% menjadi Rp3,6 triliun. Dikarenakan meningkatnya kontribusi penjualan batubara kokas.

Pertambangan emas yang dijalankan PT Agincourt Resources yang mengoperasikan tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, sampai dengan Maret 2019, total penjualan emas dari Martabe Gold Mine sebanyak 97.000 ons. Sedangkan pendapatan bersih unit usaha pertambangan emas sampai dengan Maret 2019 sebesar Rp1,9 triliun.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak