alexametrics

Soal Laporan Keuangan Garuda, Menhub Tunggu Klarifikasi Pihak Berwajib

loading...
Soal Laporan Keuangan Garuda, Menhub Tunggu Klarifikasi Pihak Berwajib
Menhub akan meminta klarifikasi dari Kementerian BUMN dan Garuda soal laporan keuangan maskapai tersebut. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi angkat bicara soal laporan keuangan PT Garuda Indonesia yang tengah menjadi polemik saat ini. Menurutnya, perdebatan mengenai laporan keuangan ini perlu cepat diselesaikan, mengingat pentingnya keberadaan maskapai pelat merah tersebut bagi Indonesia.

"Saya harus nyatakan Garuda adalah flight carrier yang tercinta. Kewajiban kita untuk menjaga Garuda itu harus tetap eksis, bahwa terjadi polemik kita harus mencermati agar polemik bisa diatasi dan kita pastikan Garuda bisa beroperasi dengan baik," ujar Budi di kantornya, Jakarta, Senin (29/4/2019).

Mantan Direktur Utama Angkasa Pura II itu mengakui permasalahan ini menjadi penting bagi industri sektor jasa penerbangan nasional. Pasalnya, banyak tenaga kerja maskapai turut mempertanyakan kondisi maskapai milik negara tersebut.



"Kemenhub sudah dapat laporan keuangan dari Garuda dan di situ memang dinyatakan 2018 itu untung. Secara detail tidak dilaporkan tentang hal-hal yang berkaitan dengan pengakuan pihak penerbangan," jelasnya.

Karenanya Menhub memberikan kesempatan kepada pihak berwenang untuk segera memberikan klarifikasi mengenai polemik ini. Adapun pihak yang diminta klarifikasi ialah Garuda serta pemegang saham utama, Kementerian BUMN. "Saya dengar, klarifikasi juga akan dilakukan dari BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), Komisi VI DPR dan BEI (Bursa Efek Indonesia)," jelasnya.

Klarifikasi tersebut diharapkan mampu memberikan rekomendasi bagi laporan keuangan yang diumumkan Garuda. "Yang penting kita memastikan sustainability perusahaan ini atau kelangsungan operasi Garuda berjalan baik," tandasnya.
(fjo)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak