alexametrics

BPS Catat Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan I/2019 Capai 5,07%

loading...
BPS Catat Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan I/2019 Capai 5,07%
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama tahun 2019 mencapai sebesar 5,07% atau lebih baik dari tahun 2017 dan 2018. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama tahun 2019 mencapai sebesar 5,07%. Raihan ini masih lebih baik dibandingkan triwulan pertama pada 2018 yakni sebesar 5,06% sedangkan pada tahun 2017 sebesar 5,01%

Kepala BPS, Suhariyanto menyebutkan, pertumbuhan ekonomi tahun ini lebih baik dari triwulan sebelumnya selama dua tahun. "Dengan catatan dua tahun belakangan, pertumbuhan ekonomi Indonesia ini lebih baik dari tahun 2017 sebesar 5,01% dan tahun 2018 sebesar 5,06%" ujar Suhariyanto di Gedung BPS, Kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, Senin (6/5/2019).

Lebih lanjut Ia menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2019 pada triwulan pertama ini berada dalam tren yang bagus dan semakin membaik selama dua tahun terakhir. "Trennya sangat bagus karena triwulan yang cukup baik, ini membuktikan kinerja ekonomi yang baik," jelasnya.



Sebelumnya Pemerintah kembali menyampaikan rasa optimistis terhadap pertumbuhan dan peningkatan kualitas ekonomi Indonesia. Meningkatnya ketidakpastian ekonomi global saat ini tidak membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia menurun. Ekonomi Indonesia tetap meningkat dengan pertumbuhan pada tahun 2018 sebesar 5,17% (yoy) atau lebih baik bila dibandingkan tahun 2017 yang tercatat 5.07%.

“Dalam situasi seperti itu, pertumbuhan ekonomi yang tercatat sebesar 5,17% relatif cukup baik. Karena, angka 5,17% ini hampir tidak terjadi di negara lain, di tengah ketidakpastian ekonomi global yang terjadi pada saat ini,” ujar Menko Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta.
(akr)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak