2 Orang Indonesia Ini Pernah Jadi Direktur Pelaksana World Bank, Berikut Profilnya

Minggu, 23 Juni 2024 - 18:46 WIB
loading...
2 Orang Indonesia Ini...
World Bank atau Bank Dunia merupakan salah satu sumber pendanaan terbesar untuk negara berkembang. Tapi tahukah kamu? bahwa sudah ada 2 orang Indonesia yang pernah menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - World Bank atau Bank Dunia merupakan salah satu sumber pendanaan terbesar di dunia untuk negara-negara berkembang. Tapi tahukah kamu? bahwa sudah ada 2 orang Indonesia yang pernah menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia.

Baca Juga: Seumuran dan Sama-sama Pemberi Pinjaman, Ini Perbedaan IMF dan Bank Dunia

Bukan kaleng-kaleng, mereka terpilih berdasarkan prestasi dalam bidang ekonomi yang dimilikinya. Sejauh ini ada 2 Srikandi Indonesia yang pernah menjadi bagian dari lembaga keuangan internasional tersebut.

Berikut 2 Direktur Pelaksana Bank Dunia dari Indonesia:

1. Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sempat menduduki posisi Direktur Pelaksana sekaligus Chief Operating Officer di Bank Dunia, dari 2010 hingga 2016. Sri Mulyani saat itu bertanggung jawab atas operasional Bank Dunia di seluruh dunia.

2 Orang Indonesia Ini Pernah Jadi Direktur Pelaksana World Bank, Berikut Profilnya


Dikutip dari laman resmi Bank Dunia, tugas Sri Mulyani adalah menjalin kerja sama dengan negara-negara klien dan negara-negara anggota untuk menempatkan strategi operasional yang sesuai guna mengatasi tantangan pembangunan baru.

Baca Juga: Lawan Pengaruh China, Yellen Sebut IMF dan Bank Dunia Jadi Penyeimbang Penting

Semua itu dalam upaya mendukung tujuan Bank Dunia untuk mengakhiri kemiskinan dan mendorong kesejahteraan bersama. Sri Mulyani atau yang biasa disapa Ani itu juga memimpin Dewan Penasehat Kelompok Bank Dunia terkait Gender dan Pembangunan.

Sri Mulyani bertugas menyatukan para pemimpin global dan ahli tentang isu-isu gender, termasuk dari sektor swasta. Ditambah serta Ia juga bertanggung jawab atas arahan strategis dan kerangka kebijakan Dana untuk Masyarakat Termiskin (Dana for the Poorest), IDA, yang merupakan salah satu sumber bantuan terbesar bagi 77 negara termiskin di dunia.

Sebelum bergabung dengan Bank Dunia pada bulan Juni 2010, Sri Mulyani menjabat sebagai Menteri Keuangan Indonesia selain menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Jabatan sebelumnya yang pernah dijabatnya antara lain Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Ia juga pernah menjabat Direktur Eksekutif Dana Moneter Internasional, staf pengajar di Universitas Indonesia, dan profesor tamu di Andrew Young School of Public Policy di Georgia State University. Indrawati meraih gelar doktor bidang ekonomi dari University of Illinois dan gelar sarjana ekonomi dari Universitas Indonesia.

Sri Mulyani mengakhiri tugasnya di Bank Dunia pada 2016 lalu saat diminta kembali menjabat sebagai menteri keuangan oleh Presiden Joko Widodo.

Sri Mulyani sempat menjadi salah satu dari 100 wanita yang masuk daftar The World's 100 Most Powerful Women 2019 versi majalah Forbes, menduduki posisi 76 dalam daftar. Setahun sebelumnya, ia juga mendapat penghargaan Menteri Terbaik dalam World Government Summit.

2. Mari Elka Pangestu

Setelah Sri Mulyani, selanjutnya ada Mari Elka Pangestu yang pada 2020 ditunjuk menjadi Direktur Pelaksana Kebijakan Pembangunan dan Kemitraan untuk Bank Dunia. Keahlian Mari Elka di bidang manajemen diakui oleh lembaga keuangan yang berpusat di New York tersebut.

Sebelum menjadi Direktur Bank Dunia, jabatan yang pernah diemban oleh Mari Elka Pangestu adalah menjadi seorang Menteri Perdagangan dan pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia mulai dari tahun 2011 sampai dengan 2014.

2 Orang Indonesia Ini Pernah Jadi Direktur Pelaksana World Bank, Berikut Profilnya


Mari Elka sangat "menggilai" dunia ekonomi. Semua jenjang pendidikannya selepas SMA dihabiskan mendalami ilmu ekonomi. Tahun 1980 dia menyelesaikan pendidikannya di Australian National University. Mari Elka mendalami ilmu mikro, makro ekonomi, akuntansi, ekonomi pembangunan, dan juga perdagangan internasional.

Di tahun 1986 Mari melanjutkan studinya ke Universitas California, Davis, Amerika Serikat, dan di sana dia memperoleh gelar Ph.D. dalam bidang perdagangan internasional, keuangan, dan ekonomi moneter. Lepas meraih gelar Ph.D, Mari masih terus memperdalam ilmu ekonominya sehingga menjadi Profesor Ekonomi Internasional di Universitas Indonesia dan Senior Fellow di Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS).

Kecintaannya pada dunia ekonomi merupakan 'warisan' dari sang ayah, yakni J. Panglaykim atau Prof. Dr. Jusuf Pang Lay Kim. Jebolan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tahun 1956 itu adalah salah seorang ekonom terkenal di Indonesia.

Bagi Mari Elka Pangestu, bekerja untuk lembaga dunia dan di tingkat global bukanlah hal yang asing buat dirinya. Sebelum diangkat menjadi menteri, dia pernah bekerja dengan Jeffrey Sahcs pada Sekjen PBB Millen-nium Development Goals (MDGs) Review pada 2003 hingga 2005.

Dia juga pernah menjadi ketua-33 Grup WTO (2005-2011), dan dinominasikan sebagai kandidat untuk Direktur Jenderal WTO (2013). Dia juga memberikan kepemimpinan dalam kerja sama regional untuk Dewan Kerjasama Asia Pasifik (APEC) dan ASEAN sepanjang 1987 - 2003.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
IMF, Bank Dunia, dan...
IMF, Bank Dunia, dan IEA Ketar-ketir Kelangkaan BBM di Depan Mata
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Terancam Bangkrut? 27...
Terancam Bangkrut? 27 Negara Panik Amankan Dana Darurat Bank Dunia
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Status Baru, Tantangan...
Status Baru, Tantangan Lama
Mari Elka Pangestu Ungkap...
Mari Elka Pangestu Ungkap Indonesia Pernah Menang Lawan AS di WTO soal Larangan Kretek
Rekomendasi
Peserta Jumtek PMR-Relawan...
Peserta Jumtek PMR-Relawan Antusias Adu Tangkas Tandu Darurat hingga Belajar Bahasa Isyarat
Guru MI di Karawang...
Guru MI di Karawang Dilatih Kuasai E-LKPD Berbasis STEM
Persaingan Ketat! 86...
Persaingan Ketat! 86 Peserta Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok Berebut Tiket ke Jakarta
Berita Terkini
Persaingan Pasar Game...
Persaingan Pasar Game Valorant, Intip Strategi Ekspansi Tokovalorant
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved