BRICS Pintu Gerbang Menuju Dedolarisasi, Malaysia Bakal Ikut Buang Dolar AS?
Senin, 24 Juni 2024 - 08:45 WIB
loading...
Semangat dedolarisasi yang disebarkan oleh kelompok negara-negara berkembang, BRICS telah menarik minat Malaysia untuk bergabung ke blok yang sering dianggap sebagai tandingan ekonomi Barat itu. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Semangat dedolarisasi yang disebarkan oleh kelompok negara-negara berkembang, BRICS telah menarik minat Malaysia untuk bergabung ke blok yang sering dianggap sebagai tandingan ekonomi Barat itu. Kepala penelitian Institut Riset Ekonomi Malaysia (MIER) dan peneliti senior Dr Shankaran Nambiar mengatakan, sangat masuk akal bagi Malaysia untuk bergabung dengan BRICS.
Nambiar mengatakan, Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim sebelumnya pernah berbicara tentang dedolarisasi dan kebutuhan untuk membentuk Dana Moneter Asia. Baca Juga: 3 Efek Positif Malaysia Gabung BRICS
"Ini adalah ide-ide yang dekat dengan filosofi BRICS dan yang membahas gagasan kemandirian finansial lebih besar untuk negara berkembang. Perdana menteri tidak melihat perlunya pembayaran internasional terikat pada dolar AS dan dia telah mengambil beberapa langkah ke arah itu, termasuk menyelesaikan perdagangan dengan India dalam mata uang lokal," ungkap Nambiar seperti dilansir New Straits Times.
Baca Juga: Rusia dan Vietnam Kompak Buang Dolar, Putin Puji Dedolarisasi di Asia
Jika beberapa dari ide-ide ini dilakukan, Ia mengutarakan, bakal melihat negara-negara berkembang kurang terikat dengan keanehan kebijakan ekonomi AS. Selain itu, raksasa ekonomi baru akan menjadi China dan India.
"China ingin memainkan peran yang lebih penting di negara berkembang dan Malaysia akan ingin bertindak pragmatis, bekerja untuk melakukan apa yang mendukung kepentingan ekonominya sendiri," katanya.
Nambiar mengatakan, Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim sebelumnya pernah berbicara tentang dedolarisasi dan kebutuhan untuk membentuk Dana Moneter Asia. Baca Juga: 3 Efek Positif Malaysia Gabung BRICS
"Ini adalah ide-ide yang dekat dengan filosofi BRICS dan yang membahas gagasan kemandirian finansial lebih besar untuk negara berkembang. Perdana menteri tidak melihat perlunya pembayaran internasional terikat pada dolar AS dan dia telah mengambil beberapa langkah ke arah itu, termasuk menyelesaikan perdagangan dengan India dalam mata uang lokal," ungkap Nambiar seperti dilansir New Straits Times.
Baca Juga: Rusia dan Vietnam Kompak Buang Dolar, Putin Puji Dedolarisasi di Asia
Jika beberapa dari ide-ide ini dilakukan, Ia mengutarakan, bakal melihat negara-negara berkembang kurang terikat dengan keanehan kebijakan ekonomi AS. Selain itu, raksasa ekonomi baru akan menjadi China dan India.
"China ingin memainkan peran yang lebih penting di negara berkembang dan Malaysia akan ingin bertindak pragmatis, bekerja untuk melakukan apa yang mendukung kepentingan ekonominya sendiri," katanya.
Lihat Juga :