Rupiah Rontok ke Rp16.458/USD, Pemerintah Malah Mengalihkan Tanggung Jawab ke Masyarakat
Senin, 24 Juni 2024 - 09:01 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Rupiah Nyungsep, Anggaran Proyek IKN dari APBN Ikut Bengkak?
Kusfiardi menekankan, bahwa upaya menstabilkan nilai tukar rupiah harus didukung oleh kebijakan pemerintah yang konsisten dan efektif. Ia menggarisbawahi beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan oleh otoritas kebijakan.
Pertama, Bank Indonesia perlu menetapkan kebijakan suku bunga yang tepat untuk mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas rupiah. Menyeimbangkan suku bunga sangat penting, karena suku bunga yang terlalu rendah dapat mendorong inflasi, sementara suku bunga yang terlalu tinggi dapat menekan pertumbuhan ekonomi. BI harus menemukan keseimbangan yang tepat untuk mendukung stabilitas mata uang dan pertumbuhan ekonomi.
Kedua, pemerintah harus mengatur kebijakan ekspor-impor secara efektif. Mengurangi ketergantungan pada barang impor dan mendorong ekspor produk lokal akan membantu memperkuat rupiah. Ini termasuk memberikan insentif kepada eksportir dan memberlakukan pembatasan impor untuk barang-barang yang dapat diproduksi di dalam negeri.
Selanjutnya, Kusfiardi menyarankan pemerintah untuk mendorong repatriasi devisa hasil ekspor ke dalam negeri. Langkah ini bisa dilakukan dengan memberikan insentif bagi eksportir untuk menukarkan devisa mereka menjadi rupiah di pasar domestik, yang pada akhirnya akan meningkatkan pasokan dolar dan memperkuat rupiah.
Kusfiardi menekankan, bahwa upaya menstabilkan nilai tukar rupiah harus didukung oleh kebijakan pemerintah yang konsisten dan efektif. Ia menggarisbawahi beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan oleh otoritas kebijakan.
Pertama, Bank Indonesia perlu menetapkan kebijakan suku bunga yang tepat untuk mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas rupiah. Menyeimbangkan suku bunga sangat penting, karena suku bunga yang terlalu rendah dapat mendorong inflasi, sementara suku bunga yang terlalu tinggi dapat menekan pertumbuhan ekonomi. BI harus menemukan keseimbangan yang tepat untuk mendukung stabilitas mata uang dan pertumbuhan ekonomi.
Kedua, pemerintah harus mengatur kebijakan ekspor-impor secara efektif. Mengurangi ketergantungan pada barang impor dan mendorong ekspor produk lokal akan membantu memperkuat rupiah. Ini termasuk memberikan insentif kepada eksportir dan memberlakukan pembatasan impor untuk barang-barang yang dapat diproduksi di dalam negeri.
Selanjutnya, Kusfiardi menyarankan pemerintah untuk mendorong repatriasi devisa hasil ekspor ke dalam negeri. Langkah ini bisa dilakukan dengan memberikan insentif bagi eksportir untuk menukarkan devisa mereka menjadi rupiah di pasar domestik, yang pada akhirnya akan meningkatkan pasokan dolar dan memperkuat rupiah.
Lihat Juga :