Defisit APBN per Mei 2024 Capai Rp21,8 Triliun, Menkeu Sebut Pendapatan Negara Tertekan
Senin, 24 Juni 2024 - 13:51 WIB
loading...
A
A
A
“Kita melihat koreksinya sekitar 8,4 persen dari sisi penerimaan pajak,” ujarnya.
Lebih lanjut, dari sisi Penerimaan Negara Bukan Pajak atau PNBP, Kemenkeu melaporkan juga mengalami penurunan 3,3%, lagi-lagi karena sumber daya alam yang merupakan penerimaan cukup besar dari PNBP. Kemudian untuk kepabeanan dan cukai mengalami kontraksi 7,8%.
“Ini situasi yang sedang berjalan di 2024, oleh karena itu kami terus melakukan langkah-langkah bersama Kementerian/Lembaga dan pemerintah daerah dari sisi transfer, agar kita tetap menjaga prioritas pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, namun tidak membuat APBN menjadi sumber vulnerabilitas,” jelasnya.
Oleh karena itu, lanjut Sri Mulyani, langkah-langkah penyesuaian terus kita lakukan, dalam hal ini bulan ini primary balance kita masih surplus Rp184,2 triliun, ini masih sangat tinggi surplus dari primary balance. Seperti diketahui, APBN telah didesain pemerintah dan disetujui DPR untuk tahun 2024.
“Di mana postur 2024, defisitnya adalah 2,29 persen dari GDP, jadi kalau sekarang masih 0,1 persen ini kita masih relatif on track dengan total overall balance tahun ini yang menurut UU APBN 2024 didesain dengan defisit 2,29 persen,” pungkas Sri Mulyani.
Lebih lanjut, dari sisi Penerimaan Negara Bukan Pajak atau PNBP, Kemenkeu melaporkan juga mengalami penurunan 3,3%, lagi-lagi karena sumber daya alam yang merupakan penerimaan cukup besar dari PNBP. Kemudian untuk kepabeanan dan cukai mengalami kontraksi 7,8%.
“Ini situasi yang sedang berjalan di 2024, oleh karena itu kami terus melakukan langkah-langkah bersama Kementerian/Lembaga dan pemerintah daerah dari sisi transfer, agar kita tetap menjaga prioritas pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, namun tidak membuat APBN menjadi sumber vulnerabilitas,” jelasnya.
Oleh karena itu, lanjut Sri Mulyani, langkah-langkah penyesuaian terus kita lakukan, dalam hal ini bulan ini primary balance kita masih surplus Rp184,2 triliun, ini masih sangat tinggi surplus dari primary balance. Seperti diketahui, APBN telah didesain pemerintah dan disetujui DPR untuk tahun 2024.
“Di mana postur 2024, defisitnya adalah 2,29 persen dari GDP, jadi kalau sekarang masih 0,1 persen ini kita masih relatif on track dengan total overall balance tahun ini yang menurut UU APBN 2024 didesain dengan defisit 2,29 persen,” pungkas Sri Mulyani.
(akr)
Lihat Juga :