Sri Mulyani: Prabowo Janji Bakal Jaga Defisit APBN di Bawah 3%
Senin, 24 Juni 2024 - 15:43 WIB
loading...
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan presiden terpilih Prabowo Subianto telah berkomitmen untuk menjaga defisit APBN di bawah 3%. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Presiden terpilih periode 2024-2029 Prabowo Subianto berjanji akan menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di bawah 3% terhadap produk domestik bruto (PDB).
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan defisit APBN yang rendah tersebut merupakan komitmen bersama yang sudah dibicarakan sebelumnya.
"Kami sudah menyampaikan kepada presiden terpilih. Ini komitmen yang sama dan kita sudah sampaikan juga, yaitu komit terhadap defisit di bawah 3%," ungkap Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Kondisi Fundamental Ekonomi Terkini dan RAPBN 2025 di Jakarta, Senin (24/6/2024).
Baca Juga: Defisit APBN 2025 Dirancang Lebih Lebar Agar Prabowo Bisa Leluasa
Sri Mulyani menjelaskan dalam asumsi makro RAPBN 2025 sejauh ini pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyepakati defisit APBN berada di kisaran 2,29-2,82% terhadap PDB. "Postur RAPBN 2025 masih dalam range," katanya.
Sri Mulyani juga menepis kabar yang beredar bahwa rasio utang bakal meningkat hingga 50% terhadap produk domestik bruto (PDB) di bawah kepemimpinan Prabowo.
"Komunikasi, koordinasi dan sinkronisasi kami lakukan terus menerus dengan tim Presiden terpilih ini menunjukkan bahwa tidak ada gap antara RUU yang kita susun di bawah Presiden Jokowi dengan program prioritas yang ingin dan akan dilaksanakan oleh pemerintahan baru," kata Sri Mulyani.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan defisit APBN yang rendah tersebut merupakan komitmen bersama yang sudah dibicarakan sebelumnya.
"Kami sudah menyampaikan kepada presiden terpilih. Ini komitmen yang sama dan kita sudah sampaikan juga, yaitu komit terhadap defisit di bawah 3%," ungkap Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Kondisi Fundamental Ekonomi Terkini dan RAPBN 2025 di Jakarta, Senin (24/6/2024).
Baca Juga: Defisit APBN 2025 Dirancang Lebih Lebar Agar Prabowo Bisa Leluasa
Sri Mulyani menjelaskan dalam asumsi makro RAPBN 2025 sejauh ini pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyepakati defisit APBN berada di kisaran 2,29-2,82% terhadap PDB. "Postur RAPBN 2025 masih dalam range," katanya.
Sri Mulyani juga menepis kabar yang beredar bahwa rasio utang bakal meningkat hingga 50% terhadap produk domestik bruto (PDB) di bawah kepemimpinan Prabowo.
"Komunikasi, koordinasi dan sinkronisasi kami lakukan terus menerus dengan tim Presiden terpilih ini menunjukkan bahwa tidak ada gap antara RUU yang kita susun di bawah Presiden Jokowi dengan program prioritas yang ingin dan akan dilaksanakan oleh pemerintahan baru," kata Sri Mulyani.
Lihat Juga :