Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Pertama terhadap LNG Rusia
Selasa, 25 Juni 2024 - 03:56 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: China Ketar-ketir Imbas Sanksi AS Soal Kilang LNG Rusia
Operasi pemuatan ulang, transfer kapal-ke-kapal, dan transfer kapal-ke-kilang dengan tujuan mengekspor kembali ke negara ketiga melalui UE telah dilarang. Namun pembatasan tidak mempengaruhi impor LNG Rusia untuk digunakan di dalam blok, bunyi pernyataan resmi.
Rusia seperti diketahui merupakan pemasok utama LNG ke blok tersebut setelah aliran gas pipa anjlok pada tahun 2022 akibat gelombang sanksi dan sabotase pipa Nord Stream, yang sebelumnya menjadi saluran utama gas Rusia ke UE.
Di antara langkah-langkah lain dalam paket sanksi ke-14, ada juga pembatasan ekspor barang yang diyakini Uni Eropa berkontribusi pada peningkatan kemampuan industri Rusia, seperti bahan kimia, termasuk bijih mangan dan mineral tanah jarang, plastik, mesin penggali, monitor, dan peralatan listrik.
Uni Eropa juga memperketat pembatasan ekspor pada puluhan entitas di negara ketiga seperti China, Kazakhstan, Kirgistan, Türkiye, dan Uni Emirat Arab atas dugaan pasokan barang dan teknologi penggunaan ganda ke Rusia.
Operasi pemuatan ulang, transfer kapal-ke-kapal, dan transfer kapal-ke-kilang dengan tujuan mengekspor kembali ke negara ketiga melalui UE telah dilarang. Namun pembatasan tidak mempengaruhi impor LNG Rusia untuk digunakan di dalam blok, bunyi pernyataan resmi.
Rusia seperti diketahui merupakan pemasok utama LNG ke blok tersebut setelah aliran gas pipa anjlok pada tahun 2022 akibat gelombang sanksi dan sabotase pipa Nord Stream, yang sebelumnya menjadi saluran utama gas Rusia ke UE.
Di antara langkah-langkah lain dalam paket sanksi ke-14, ada juga pembatasan ekspor barang yang diyakini Uni Eropa berkontribusi pada peningkatan kemampuan industri Rusia, seperti bahan kimia, termasuk bijih mangan dan mineral tanah jarang, plastik, mesin penggali, monitor, dan peralatan listrik.
Uni Eropa juga memperketat pembatasan ekspor pada puluhan entitas di negara ketiga seperti China, Kazakhstan, Kirgistan, Türkiye, dan Uni Emirat Arab atas dugaan pasokan barang dan teknologi penggunaan ganda ke Rusia.
Lihat Juga :