alexametrics

Luncurkan Peta Jalan Ekonomi Syariah, Jokowi: Potensi Rp45.000 Triliun

loading...
Luncurkan Peta Jalan Ekonomi Syariah, Jokowi: Potensi Rp45.000 Triliun
Presiden Jokowi meresmikan Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2019-2024 dengan harapan bisa mendorong ekonomi Indonesia semakin kuat. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2019-2024 dengan harapan bisa mendorong ekonomi Indonesia semakin kuat. Menurutnya ekonomi syariah Indonesia memiliki potensi besar di tingkat dunia, seperti disampaikan Bappenas pada 2023 konsumsi produk halal akan mencapai USD3 triliun.

"Kalau di rupiahkan berapa, kurang lebih Rp45.000 triliun. Saya tidak bisa bayangkan angka seperti itu. Karena APBN kita Rp2.000 triliun lebih sedikit. Ini sebuah kekuatan besar yang harus kita lihat dan harus kita pikirkan untuk ambil kue ekonomi yang besar ini," ujar Jokowi di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Menurutnya melalui ekonomi syariah bisa mendorong Indonesia menjadi salah satu kekuatan di dunia. "Beberapa waktu yang lalu saya menyampaikan bahwa negara kita memiliki peluang besar untuk menjadi ekonomi terkuat keempat atau kelima dunia Insya Allah tahun 2045. Tapi untuk menuju ke sana bukan barang yang mudah," paparnya.



Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengutarakan, banyak tantangan dan persoalan besar yang harus diselesaikan dimana salah satunya soal infrastruktur yang baru di angka 43%. Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang masih menjadi PR besar dan reformasi birokrasi serta struktural yang menjadi tantangan besar dalam menuju ekonomi maju.

"Salah satu kunci utama untuk mencapai cita-cita tergantung dalam jati diri Indonesia yang memiliki penduduk muslim terbesar dunia, kuncinya itu ekonomi syariah. Sebagai motor penggerak ekonomi nasional dan sumber kesejahteraan umat," tuturnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak