Rupiah Melemah ke Rp16.435/USD, Sri Mulyani Waspadai Pasar Global
Kamis, 27 Juni 2024 - 12:51 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan US Treasury juga mengalami kenaikan, jadi dalam hal Fed Fund Rate tidak mengalami penurunan, sementara dari sisi fiskal APBN di Amerika Serikat mengalami defisit yang tinggi menyebabkan US Treasury harus mengeluarkan banyak sekali bonds, menyebabkan harganya jatuh, yield naik.
Baca Juga: Bukan Hanya Rupiah, Ini Isi Bahasan Sri Mulyani Cs dan Jokowi di Istana
Menkeu melaporkan US Treasury mencapai 4,25% yang relatif tinggi sejak April. Pemerintah melihat dari pasar keuangan, pasar global dan sukuk bonds menjadi salah satu yang perlu diwaspadai. "Karena dinamikanya muncul dan terjadi rembesan ke dalam adalah melalui pasar keuangan ini," katanya.
Selain itu, pasar SBN mengalami capital outflow Rp42,37 triliun (ytd) atau outflow Rp7,29 triliun secara mtd. Sedangkan untuk pasar saham mencatatkan outflow Rp6,14 triliun (ytd) atau Rp2,01 triliun (mtd).
"Sehingga total outflow sampai dengan Juni mencapai Rp9,3 triliun, ini yang mungkin kita perlu waspadai dalam artian respons dari APBN, fiskal policy adalah nanti kepada berbagai pos yang berpengaruh kepada nilai tukar dan yang immediate tentu dari sisi pembiayaan," jelas Sri Mulyani.
Baca Juga: Bukan Hanya Rupiah, Ini Isi Bahasan Sri Mulyani Cs dan Jokowi di Istana
Menkeu melaporkan US Treasury mencapai 4,25% yang relatif tinggi sejak April. Pemerintah melihat dari pasar keuangan, pasar global dan sukuk bonds menjadi salah satu yang perlu diwaspadai. "Karena dinamikanya muncul dan terjadi rembesan ke dalam adalah melalui pasar keuangan ini," katanya.
Selain itu, pasar SBN mengalami capital outflow Rp42,37 triliun (ytd) atau outflow Rp7,29 triliun secara mtd. Sedangkan untuk pasar saham mencatatkan outflow Rp6,14 triliun (ytd) atau Rp2,01 triliun (mtd).
"Sehingga total outflow sampai dengan Juni mencapai Rp9,3 triliun, ini yang mungkin kita perlu waspadai dalam artian respons dari APBN, fiskal policy adalah nanti kepada berbagai pos yang berpengaruh kepada nilai tukar dan yang immediate tentu dari sisi pembiayaan," jelas Sri Mulyani.
(akr)
Lihat Juga :