BRICS Mulai Retak, India Tolak Yuan China Gantikan Dolar AS

Jum'at, 05 Juli 2024 - 09:26 WIB
loading...
BRICS Mulai Retak, India...
Perdana Menteri India Modi dan Presiden China Xi Jinping terakhir kali bertemu di sela-sela KTT G20 di Indonesia pada November 2022. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - KTT SCO 2024 menunjukkan ketidakpuasan India yang semakin meningkat terhadap China dan kemajuannya dalam mendorong yuan China untuk penyelesaian perdagangan bukannya dolar AS. Dilema pertama muncul ketika Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi, memutuskan untuk tidak menghadiri KTT SCO 2024 di Kazakhstan. Menteri Luar Negeri India, S Jaishankar, menghadiri acara tersebut dengan sebuah delegasi.

China memajukan agenda dedolarisasi pada KTT SCO 2024 yang berlangsung selama dua hari. Mitranya, Rusia, juga mendukung sikap China untuk menggunakan mata uang lokal untuk perdagangan dan bukan dolar AS. Rusia ingin pembeli minyak mentahnya membayar dalam mata uang yuan atau rubel Rusia. Kedua negara ini ingin meyakinkan para anggota SCO untuk berdagang dengan mata uang lokal dan mengesampingkan dolar AS.

Baca Juga: Italia Sita 2 Drone Militer China yang Disembunyikan di Kontainer

India tidak senang dengan dorongan ini karena negara ini tidak tertarik untuk menggunakan yuan China untuk pembayaran. Pemerintahan Modi berfokus pada penggunaan dolar AS dan ingin menghindari yuan Cina. India menghemat USD7 miliar dalam nilai tukar dengan membayar yuan China dan rubel Rusia untuk minyak dari Rusia pada 2022. Ketegangan anggota BRICS ini mulai menguat ketika permintaan dari Rusia untuk menyelesaikan setiap pengiriman minyak mentah dalam yuan China tidak berjalan dengan baik dengan India.

Saat itulah India mulai meninggalkan minyak Rusia dan membeli minyak dari AS dengan membayar dalam dolar. Melansir dari laporan Watcher Guru, India khawatir bahwa China menggunakan KTT SCO 2024 hanya untuk memajukan agenda dedolarisasi dan memperkuat ekonominya.

Baca Juga: Dolar AS dalam Bahaya, 52% Perdagangan China Diselesaikan dengan Yuan

Keengganan ini juga berakar dari sejarah karena India dan China telah berselisih selama lima dekade. Pemerintah Modi akan dipandang lemah oleh warganya jika mereka tunduk pada tuntutan China. Kesimpulannya, satu hal yang jelas pada KTT SCO 2024 adalah bahwa India menginginkan dolar AS dan bukan yuan China untuk perdagangan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Rekomendasi
Wujudkan Liburan Impian...
Wujudkan Liburan Impian Tanpa Beban dengan Cashback Rp350.000
Siomay hingga Bakso...
Siomay hingga Bakso Ternyata Tinggi Garam, Menkes Ingatkan Risiko Hipertensi
BPOM: 99,76 Persen AMDK...
BPOM: 99,76 Persen AMDK Merupakan Produk Dalam Negeri
Berita Terkini
Masa Depan Kesehatan,...
Masa Depan Kesehatan, Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Bank Genomik Nasional Berjalan Optimal
Stimulus Jumbo Lintas...
Stimulus Jumbo Lintas Sektor Rp26,34 Triliun Resmi Meluncur, Berikut Rincian Alokasinya
Bumerang Bagi Penerimaan...
Bumerang Bagi Penerimaan Negara, Usulan Kenaikan Batas Produksi Rokok Tuai Kritik
Purbaya Buka Peluang...
Purbaya Buka Peluang Kerek Dana Transfer ke Daerah di 2027 hingga Rp90 Triliun
Rupiah Tergerus Sentimen...
Rupiah Tergerus Sentimen Eksternal, Hari Ini Berakhir Tembus Rp17.843 per USD
Gelontorkan Diskon Tiket...
Gelontorkan Diskon Tiket Transportasi hingga 30%, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp1,54 Triliun
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved