alexametrics

Inflasi 0,68%, Indef: Pemerintah Belum Maksimal Antisipasi Lonjakan Harga Pangan

loading...
Inflasi 0,68%, Indef: Pemerintah Belum Maksimal Antisipasi Lonjakan Harga Pangan
Ilustrasi lonjakan harga bahan pangan. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudisthira, menilai Inflasi bulan Mei yang mencapai 0,68% menunjukkan kinerja pemerintah belum maksimal dalam mengantisipasi lonjakan harga pangan.

"Inflasi bulan Mei relatif tinggi bukan saja karena seasonal Lebaran tapi karena lonjakan harga pangan yang kurang diantisipasi pemerintah," ujar Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Senin (10/6/2019).

Menurutnya, keterlambatan impor bawang putih masih dirasakan dampaknya hingga bulan Mei sehingga bawang putih menyumbang inflasi 0,05%.



"Jadi ada persoalan pasokan bahan pangan bukan karena sisi permintaan naik signifikan. Inflasi inti hanya 0,27%. Di saat Ramadhan lebih rendah dari Januari 0,3%.

Demand belum pick up yang menandakan pertumbuhan ekonomi belum bisa didorong oleh peningkatan konsumsi rumah tangga," katanya.

Bhima pun memprediksi sampai akhir tahun, inflasi masih dibawah target pemerintah sebesar 3,5%. Dia pun menegaskan inflasi ini perlu dicermati karena ada faktor cuaca dan bencana yang bisa menganggu produksi dan distribusi pangan.

"Faktor harga tiket pesawat yang mahal juga jadi penyumbang inflasi yang konsisten. Tarif angkutan udara bulan Mei menyumbang inflasi 0,02%," jelasnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak