Tak Ada Faedah, GINSI Tolak Biaya Survei Peti Kemas di Depo Empty

Minggu, 23 Agustus 2020 - 10:18 WIB
loading...
A A A
"Kami melihat survei seperti itu tidak ada manfaatnya bagi pemilik barang, apalagi jika berbayar. Sebaiknya Asdeki fokus beresin tarif layanan lift on-lift off (LoLo) di depo yang tinggi dan cenderung sesukanya lantaran tidak ada keseragaman tarif layanan itu di depo empty, bahkan ada yang tarifnya sampai Rp 600.000 per kontainer kosong ukuran 20 feet," ujar Taufan kepada wartawan, Sabtu (22/8/2020).

Dia menegaskan, selain itu biaya logistik yang paling tinggi dan cenderung semaunya juga terjadi pada layanan logistik di luar pelabuhan seperti CFS lini 2. "Di CFS Lini 2 Priok hingga kini masih tidak terkendali tarifnya. Sedangkan di depo empty bahkan untuk tarif lolo dan claim kerusakan di terapkan sesukanya. Makanya menurut GINSI jika pemerintah serius ingin menurunkan biaya logistik nasional maka benahi pengenaan tarif di kedua tempat tersebut," tandas Taufan.

(Baca Juga: GINSI Apresiasi Inpres Pembenahan Logistik dan Pengetatan Impor)

Ketua Umum BPP GINSI, Capt Subandi mengatakan asosiasinya siap menyampaikan data tentang pengenaan tarif di kedua tempat pelayanan peti kemas importasi tersebut yang sangat membenani pemilik barang dan menciptakan cost logistik nasional semakin sulit terkendali.

"Kami juga akan melaporkan ke pihak yang berwenang seperti Ombudsman RI dan Kementerian maupun Lembaga (K/L) terkait untuk segera merespon dan menindaklanjuti persoalan tessebut," ujar dia.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
PT KCN Perkuat Peran...
PT KCN Perkuat Peran Pelabuhan Penyangga Saat Aktivitas Logistik di Tanjung Priok Meningkat
Daud Joseph Mundur dari...
Daud Joseph Mundur dari Dirut PT Pos Indonesia usai Penggabungan BUMN Logistik
KAI Logistik Angkut...
KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang hingga Mei 2026, Terbanyak Batu Bara
KAI Logistik Ekspansi...
KAI Logistik Ekspansi Angkutan CPO, Target 200.000 Ton per Tahun
KJRI Penang : Konektivitas...
KJRI Penang : Konektivitas BNCT, Belawan - Penang - Port - Perlis Inland Port Perkuat Rantai Pasok Kawasan
Elektrifikasi Alat Bongkar...
Elektrifikasi Alat Bongkar Muat Dorong Kelancaran Logistik di Tanjung Priok
Era Baru Logistik Udara...
Era Baru Logistik Udara Dimulai Seiring Rampungnya Sertifikasi HY-100
Rekomendasi
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Putuskan Ajukan Praperadilan
FMIPA UNEJ Tanam 750...
FMIPA UNEJ Tanam 750 Bibit Terumbu Karang, Ekosistem Laut Banyuwangi Mulai Pulih
Berita Terkini
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved