Gak Nyangka, Robot Bunuh Diri di Korsel Akibat Kelebihan Beban Kerja
Kamis, 11 Juli 2024 - 14:50 WIB
loading...
A
A
A
Reaksi Netizen
Kerusakan robot ini telah memicu berbagai emosi dan opini. Beberapa orang mempertanyakan apakah robot itu bekerja terlalu keras, sementara yang lain merenungkan implikasi yang lebih luas dari mengintegrasikan robot ke dalam tugas sehari-hari.
"Sebuah negara dengan budaya sosial dan kerja yang tidak realistis dan menjijikkan. Sebuah negara tanpa nilai-nilai kemanusiaan, sebuah negara dengan obsesi untuk operasi plastik, Mencapai tengara baru. Itu masuk akal," tulis @southkoreapro @bts_bighit melalui akun Instagram dilansir dari startuppedia, Kamis (11/7/2024).
Baca Juga: Politikus Korea Selatan Salahkan Perempuan atas Meningkatnya Kasus Lelaki yang Bunuh Diri
Pengguna lain memposting: "Sial! Jangan khawatir, robot tidak akan pernah menggantikan manusia. Robot pria ini tidak dapat bertahan hidup bahkan selama setahun. Kami memiliki toleransi yang jauh lebih tinggi daripada si robot ini."
Kerusakan robot ini telah memicu berbagai emosi dan opini. Beberapa orang mempertanyakan apakah robot itu bekerja terlalu keras, sementara yang lain merenungkan implikasi yang lebih luas dari mengintegrasikan robot ke dalam tugas sehari-hari.
"Sebuah negara dengan budaya sosial dan kerja yang tidak realistis dan menjijikkan. Sebuah negara tanpa nilai-nilai kemanusiaan, sebuah negara dengan obsesi untuk operasi plastik, Mencapai tengara baru. Itu masuk akal," tulis @southkoreapro @bts_bighit melalui akun Instagram dilansir dari startuppedia, Kamis (11/7/2024).
Baca Juga: Politikus Korea Selatan Salahkan Perempuan atas Meningkatnya Kasus Lelaki yang Bunuh Diri
Pengguna lain memposting: "Sial! Jangan khawatir, robot tidak akan pernah menggantikan manusia. Robot pria ini tidak dapat bertahan hidup bahkan selama setahun. Kami memiliki toleransi yang jauh lebih tinggi daripada si robot ini."
Lihat Juga :