Rupiah Berotot Lawan Dolar, Ditutup Menguat ke Rp16.194
Kamis, 11 Juli 2024 - 15:39 WIB
loading...
Nilai tukar (kurs) rupiah ditutup menguat pada perdagangan hari ini, Kamis (11/7/2024). FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar ( kurs ) rupiah pada perdagangan hari ini kembali ditutup menguat 46 poin atau 0,28 persen ke level Rp16.194 setelah sebelumnya di Rp16.240 per dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sempat dibuka pada level Rp16.216 per dolar AS.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, dolar AS diperdagangkan dalam kisaran yang ketat pada hari Kamis setelah kesaksian awal Powell di hadapan Kongres, dengan ketua The Fed menandai melemahnya pasar tenaga kerja baru-baru ini sebagai faktor yang semakin penting dalam memutuskan kapan bank sentral AS akan mulai memangkas suku bunga.
"Powell juga mengatakan penurunan suku bunga tidak tepat sampai The Fed memperoleh 'keyakinan yang lebih besar' bahwa inflasi menuju target 2 persen. Namun dengan menyebutkan bahwa peningkatan inflasi bukanlah satu-satunya risiko yang dihadapi bank sentral," tulis Ibrahim dalam risetnya, Kamis (11/7/2024).
Baca Juga: Rupiah Menguat ke Rp16.240, Powell Singgung Pemangkasan Suku Bunga AS
Ketua The Fed tersebut dapat dianggap sedang mempersiapkan landasan untuk penurunan suku bunga pada bulan September. Powell akan kembali ke Washington pada Rabu malam, dan para pedagang akan mencari penyempurnaan lebih lanjut dalam komentarnya menjelang data penting inflasi konsumen pada hari Kamis.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, dolar AS diperdagangkan dalam kisaran yang ketat pada hari Kamis setelah kesaksian awal Powell di hadapan Kongres, dengan ketua The Fed menandai melemahnya pasar tenaga kerja baru-baru ini sebagai faktor yang semakin penting dalam memutuskan kapan bank sentral AS akan mulai memangkas suku bunga.
"Powell juga mengatakan penurunan suku bunga tidak tepat sampai The Fed memperoleh 'keyakinan yang lebih besar' bahwa inflasi menuju target 2 persen. Namun dengan menyebutkan bahwa peningkatan inflasi bukanlah satu-satunya risiko yang dihadapi bank sentral," tulis Ibrahim dalam risetnya, Kamis (11/7/2024).
Baca Juga: Rupiah Menguat ke Rp16.240, Powell Singgung Pemangkasan Suku Bunga AS
Ketua The Fed tersebut dapat dianggap sedang mempersiapkan landasan untuk penurunan suku bunga pada bulan September. Powell akan kembali ke Washington pada Rabu malam, dan para pedagang akan mencari penyempurnaan lebih lanjut dalam komentarnya menjelang data penting inflasi konsumen pada hari Kamis.
Lihat Juga :