Teliti dan Jeli Pilih Fintech Resmi agar Aman Ajukan Pinjaman
Minggu, 14 Juli 2024 - 10:35 WIB
loading...
A
A
A
Sebagaimana dikatakan oleh Brand Manager Kredit Pintar, Puji Sukaryadi saat membuka kelas edukasi dan literasi keuangan; Kelas Pintar Bersama, di Resto Gendhis, Klaten, Jawa Tengah pada Rabu, 10 Juli 2024. Ia menegaskan,
“Kredit Pintar ingin membantu UMKM dalam akses pendanaan yang mudah dan cepat sehingga UMKM berpeluang untuk meningkatkan skala usahanya. Selain itu, kami juga ingin memberikan edukasi kepada UMKM agar lebih memahami tingkat risiko dan manfaat fintech lending sehingga mereka tidak mudah terjebak dalam penipuan atau pinjaman yang tidak sesuai dengan kemampuan mereka," ungkap Brand Manager Kredit Pintar, Puji Sukaryadi saat membuka kelas edukasi dan literasi keuangan; Kelas Pintar Bersama, di Resto Gendhis, Klaten, Rabu (10/7).
Dalam kesempatan yang sama, Customer Service Manager Kredit Pintar, Rizky Raflian Mulia, menambahkan, “Melihat pentingnya edukasi untuk meningkatkan literasi keuangan di masyarakat, kami berkomitmen untuk terus aktif dalam kegiatan sosialisasi guna mendorong pertumbuhan industri fintech lending yang sehat dan bertanggung jawab,".
"Maka penting untuk diingat; jangan abal, jangan asal, jangan abai. Gunakanlah fintech lending yang resmi dan diawasi OJK. Lalu, pinjam sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan, bukan untuk konsumtif dan gaya hidup. Yang paling penting lainnya yaitu tertib membayar tagihan sehingga terhindar dari masalah pada SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan), sistem informasi yang pengelolaannya dibawah tanggung jawab OJK yang bertujuan untuk melaksanakan tugas pengawasan dan pelayanan informasi keuangan, yang salah satunya berupa penyediaan informasi debitur," ungkapnya mengingatkan.
Sebagai aplikasi pinjaman uang tunai yang paling banyak diulas di Google Playstore Indonesia, saat ini Kredit Pintar telah diunduh lebih dari 30 juta kali dengan rating Google 4.3 dari 5 dan Apple Store (IOS) dengan rating 4.5 dari 5 dengan dua juta review.
Mengenai kinerja Kredit Pintar, hingga memasuki semester II/2024, terus mencatatkan pertumbuhan positif dengan total akumulasi penyaluran pinjaman mencapai Rp45 triliun, dimana sekitar separuh nasabahnya meminjam uang untuk kebutuhan modal usaha kecil atau pendidikan. Tercatat juga bahwa jumlah total peminjam Kredit Pintar sejak berdiri tahun 2017 hingga saat ini telah berjumlah lebih dari 8,1 juta nasabah.
Sementara itu untuk area provinsi Jawa Tengah, angka pertumbuhan penyaluran pinjaman Kredit Pintar berkisar di angka 12,6 persen dari kontribusi secara nasional. Dengan besarnya jumlah pelaku usaha yang ada di Jateng yaitu 4,2 juta unit sektor usaha pada tahun 2023 mengacu laman resmi pemprov Jateng, maka kebutuhan pendanaan bagi para UMKM masih sangat tinggi.
“Kredit Pintar ingin membantu UMKM dalam akses pendanaan yang mudah dan cepat sehingga UMKM berpeluang untuk meningkatkan skala usahanya. Selain itu, kami juga ingin memberikan edukasi kepada UMKM agar lebih memahami tingkat risiko dan manfaat fintech lending sehingga mereka tidak mudah terjebak dalam penipuan atau pinjaman yang tidak sesuai dengan kemampuan mereka," ungkap Brand Manager Kredit Pintar, Puji Sukaryadi saat membuka kelas edukasi dan literasi keuangan; Kelas Pintar Bersama, di Resto Gendhis, Klaten, Rabu (10/7).
Dalam kesempatan yang sama, Customer Service Manager Kredit Pintar, Rizky Raflian Mulia, menambahkan, “Melihat pentingnya edukasi untuk meningkatkan literasi keuangan di masyarakat, kami berkomitmen untuk terus aktif dalam kegiatan sosialisasi guna mendorong pertumbuhan industri fintech lending yang sehat dan bertanggung jawab,".
"Maka penting untuk diingat; jangan abal, jangan asal, jangan abai. Gunakanlah fintech lending yang resmi dan diawasi OJK. Lalu, pinjam sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan, bukan untuk konsumtif dan gaya hidup. Yang paling penting lainnya yaitu tertib membayar tagihan sehingga terhindar dari masalah pada SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan), sistem informasi yang pengelolaannya dibawah tanggung jawab OJK yang bertujuan untuk melaksanakan tugas pengawasan dan pelayanan informasi keuangan, yang salah satunya berupa penyediaan informasi debitur," ungkapnya mengingatkan.
Sebagai aplikasi pinjaman uang tunai yang paling banyak diulas di Google Playstore Indonesia, saat ini Kredit Pintar telah diunduh lebih dari 30 juta kali dengan rating Google 4.3 dari 5 dan Apple Store (IOS) dengan rating 4.5 dari 5 dengan dua juta review.
Mengenai kinerja Kredit Pintar, hingga memasuki semester II/2024, terus mencatatkan pertumbuhan positif dengan total akumulasi penyaluran pinjaman mencapai Rp45 triliun, dimana sekitar separuh nasabahnya meminjam uang untuk kebutuhan modal usaha kecil atau pendidikan. Tercatat juga bahwa jumlah total peminjam Kredit Pintar sejak berdiri tahun 2017 hingga saat ini telah berjumlah lebih dari 8,1 juta nasabah.
Sementara itu untuk area provinsi Jawa Tengah, angka pertumbuhan penyaluran pinjaman Kredit Pintar berkisar di angka 12,6 persen dari kontribusi secara nasional. Dengan besarnya jumlah pelaku usaha yang ada di Jateng yaitu 4,2 juta unit sektor usaha pada tahun 2023 mengacu laman resmi pemprov Jateng, maka kebutuhan pendanaan bagi para UMKM masih sangat tinggi.
Lihat Juga :