Tim Damkar Pertamina Ikut Padamkan Api di Gedung Kejagung, Bisa Dicontoh Nih
Minggu, 23 Agustus 2020 - 21:16 WIB
loading...
Pada peristiwa kebakaran yang melalap Gedung Kejaksaan Agung kemarin malam, tim Damkar PT Pertamina (Persero) beserta petugasnya ikut berjibaku untuk memadamkan api yang menghanguskan gedung 6 lantai tersebut. Foto/Isra Triansyah
A
A
A
JAKARTA - Sosiolog Universitas Indonesia, Imam B. Prasodjo menilai positif keterlibatan tim Damkar Pertamina dalam memadamkan kebakaran Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) . Menurut Imam, keterlibatan tersebut bisa menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam penanggulangan bencana. Terlebih, upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan instansi terkait.
“Koordinasi Tim Damkar Pertamina dengan Tim Damkar Pemprov DKI Jakarta itu sangat bagus sekali. Kejadian ini merupakan contoh yang baik untuk pihak swasta agar bisa ikut serta dalam penanganan bencana,” kata Imam ketika dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (23/8/2020).
(Baca Juga: Gedung Kejagung Terbakar, Kapuspenkum Klaim Data Perkara Korupsi 100% Aman )
Dalam menghadapi bencana sebaiknya ada koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan BUMN. Koordinasi ini sangat penting guna membantu ketersediaan alat-alat yang dibutuhkan dalam mengatasi sebuah bencana. Namun hal terpenting, kata Imam, harus ada simpul kordinasi diantara seluruh pihak.
“Kalau bisa kordinasinya dilakukan sebelum ada bencana. Jangan hanya ketika terjadi bencana saja. Dari jauh-jauh hari semua potensi harus berkordinasi dalam penanganan bencana atau free distarter management,” jelas Imam.
“Koordinasi Tim Damkar Pertamina dengan Tim Damkar Pemprov DKI Jakarta itu sangat bagus sekali. Kejadian ini merupakan contoh yang baik untuk pihak swasta agar bisa ikut serta dalam penanganan bencana,” kata Imam ketika dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (23/8/2020).
(Baca Juga: Gedung Kejagung Terbakar, Kapuspenkum Klaim Data Perkara Korupsi 100% Aman )
Dalam menghadapi bencana sebaiknya ada koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan BUMN. Koordinasi ini sangat penting guna membantu ketersediaan alat-alat yang dibutuhkan dalam mengatasi sebuah bencana. Namun hal terpenting, kata Imam, harus ada simpul kordinasi diantara seluruh pihak.
“Kalau bisa kordinasinya dilakukan sebelum ada bencana. Jangan hanya ketika terjadi bencana saja. Dari jauh-jauh hari semua potensi harus berkordinasi dalam penanganan bencana atau free distarter management,” jelas Imam.
Lihat Juga :