Minimalisir Jumlah Kehilangan Air, Lippo Karawaci Terapkan Sejumlah Langkah
Selasa, 16 Juli 2024 - 13:37 WIB
loading...
Lippo Karawaci berkomitmen meningkatkan upayanya untuk mengurangi kehilangan air dalam proses produksi maupun distribusi. Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berkomitmen meningkatkan upayanya untuk mengurangi kehilangan air dalam proses produksi maupun distribusi. Hal ini mengingat air merupakan sumber daya vital yang semakin langka di banyak daerah di Indonesia.
Dalam operasionalnya, antisipasi kehilangan air merupakan prioritas Divisi Pengolahan Air (Water Treatment Division/WTD) perseroan, yang juga turut memastikan penggunaan air yang efisien sekaligus mengurangi biaya yang terkait dengan kehilangan air. Baca juga: Basuki Pastikan Mulai 15 Juli Air Minum Masuk IKN
Group CEO LPKR John Riady mengatakan, bagi LPKR penting untuk mencegah kebocoran air serta mengurangi kehilangan air. Untuk itu, WTD menerapkan berbagai langkah seperti kalibrasi ulang meteran air, penggantian alat pengukur tekanan untuk mengontrol tekanan pipa distribusi, dan penggantian sistem pompa inverter untuk kontrol tekanan yang konstan.
”Selain berfungsi untuk menghemat air, langkah-langkah tersebut juga meningkatkan efisiensi sistem distribusi air sehingga mengurangi biaya yang terkait dengan pemborosan air,” katanya dalam siaran pers, Selasa (16/7/2024).
LPKR juga telah mencanangkan target 20% dari total konsumsi air grup berasal dari sumber air yang berkelanjutan pada 2030. Pada 2023, 24% dari konsumsi air grup telah berasal dari sumber-sumber berkelanjutan seperti daur ulang air limbah dan pemanenan air hujan.
Dalam operasionalnya, antisipasi kehilangan air merupakan prioritas Divisi Pengolahan Air (Water Treatment Division/WTD) perseroan, yang juga turut memastikan penggunaan air yang efisien sekaligus mengurangi biaya yang terkait dengan kehilangan air. Baca juga: Basuki Pastikan Mulai 15 Juli Air Minum Masuk IKN
Group CEO LPKR John Riady mengatakan, bagi LPKR penting untuk mencegah kebocoran air serta mengurangi kehilangan air. Untuk itu, WTD menerapkan berbagai langkah seperti kalibrasi ulang meteran air, penggantian alat pengukur tekanan untuk mengontrol tekanan pipa distribusi, dan penggantian sistem pompa inverter untuk kontrol tekanan yang konstan.
”Selain berfungsi untuk menghemat air, langkah-langkah tersebut juga meningkatkan efisiensi sistem distribusi air sehingga mengurangi biaya yang terkait dengan pemborosan air,” katanya dalam siaran pers, Selasa (16/7/2024).
LPKR juga telah mencanangkan target 20% dari total konsumsi air grup berasal dari sumber air yang berkelanjutan pada 2030. Pada 2023, 24% dari konsumsi air grup telah berasal dari sumber-sumber berkelanjutan seperti daur ulang air limbah dan pemanenan air hujan.
Lihat Juga :