alexametrics

Wall Street Melonjak Seiring Harapan The Fed Memangkas Suku Bunga

loading...
Wall Street Melonjak Seiring Harapan The Fed Memangkas Suku Bunga
Bursa saham AS melonjak seiring harapan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga. Foto/Ilustrasi
A+ A-
NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS) melonjak naik pada perdagangan Rabu (2/7/2019) kemarin, dengan indeks utama ditutup pada rekor tertinggi. Dorongan datang seiring Federal Reserve akan mengambil langkah lebih dovish karena serangkaian data memberikan lebih banyak bukti mengenai perlambatan ekonomi.

Indeks saham Dow Jones Industrial Average tercatat naik 179,32 poin atau 0,67% menjadi 26.966. Indeks S&P 500 naik 22,79 poin atau 0,77% menjadi 2.995,8. Adapun Nasdaq Composite menambahkan 61,14 poin atau 0,75% menjadi 8.170,23.

Saat ini, imbal hasil surat berharga AS bertenor 10 tahun menyentuh level terendah sejak November 2016 ke posisi 1,939 %. Demikian juga imbal hasil surat berharga zona Euro jatuh ke rekor terendah seiring harapan kepala Bank Sentral Eropa ke depan akan lebih dovish.



Selain itu, data ekonomi AS menunjukkan defisit perdagangan AS meningkat ke level tertinggi dalam lima bulan, sementara data sektor jasa menunjukkan perlambatan aktivitas. Berdasar laporan yang dirilis menunjukan pertumbuhan yang melambat pada kuartal tersebut, diantaranya di bidang perumahan, manufaktur, investasi, dan belanja konsumen.

"Data telah dicampur, dan itu tidak terlalu buruk, semacam penurunan secara umum," ujar Senior Portfolio Manager Globalt Investment Thomas Martin, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (4/7/2019).

"Tentu saja pasar obligasi terus mencapai posisi terendah baru sehingga membawa pesan adanya pelambatan dan bank sentral harus memangkasnya. Saya kira pasar ekuitas mengatakan itu akan baik-baik saja," imbuhnya.

Sedangkan sektor saham utilitas, real estate dan konsumsi naik lebih tinggi antara 11 sektor saham utama lainnya di Wall Street. Dorongan imbal hasil obligasi yang turun membuat dividen di pasar saham menjadi lebih menarik.

Terkait suku bunga acuan bank sentral AS, saat ini pelaku pasar melihat 29,7% peluang The Fed memangkas bunga acuan pada pertemuan 30-31 Juli mendatang. Peluang tersebut naik dari 25% pada Selasa dan 24% pada pekan lalu. Pemangkasan sekitar 25 basis poin dapat dipandang sebagai suatu kepastian.

Meningkatnya ekspektasi untuk penurunan suku bunga, didorong oleh data ekonomi yang lebih lembut dan komentar dari bank sentral global yang mengindikasikan sikap yang lebih dovish, sehingga membantu S&P 500 dan indeks Dow Jones mencatatkan kinerja Juni terbaik dalam dekade ini.

Sementara itu, The Fed Atlanta juga memangkas proyeksi pertumbuhan PDB kuartal I/2019 menjadi 1,3% dari sebelumnya 1,5%.

Volume perdagangan sahama di Wall Street tipis karena jam perdagangan diperpendek pada hari Rabu menjelang liburan hari kemerdekaan. Sekitar 4,15 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan dengan rata-rata harian 6,89 miliar selama 20 sesi terakhir.

Volume perdagangan tipis karena jam perdagangan diperpendek pada hari Rabu menjelang liburan hari kemerdekaan 4 Juli. Volume perdagangan mencapai 4,15 miliar saham, lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata harian 6,89 miliar selama 20 sesi terakhir.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak