Argentina Buang Dolar AS demi Mengendalikan Inflasi
Jum'at, 19 Juli 2024 - 13:51 WIB
loading...
A
A
A
Strategi yang dibawa oleh pemerintah Presiden Javier Milei bertujuan menstabilkan jumlah uang beredar, menurunkan inflasi dan membantu menutup kesenjangan yang melebar antara nilai tukar resmi dan pasar valuta asing Argentina yang diperdagangkan di pasar keuangan.
Peso telah meluncur sejak awal tahun, yang selama bertahun-tahun telah menyimpang tajam dari kurs resmi karena kontrol mata uang yang ketat.
Pada penutupan pekan lalu, nilai tukar resmi diperdagangkan pada posisi 919,5 peso per dolar, sementara apa yang disebut kurs "CCL" diperdagangkan pada 1.416,2 peso per dolar. Sementara itu, kurs "biru" pasar gelap yang banyak digunakan, melemah ke level terendah bersejarah 1.500 peso per dolar.
"Basis moneter di Argentina tidak lagi meningkat, dan ini adalah berita yang sangat kuat," kata Milei selama wawancara telepon dengan saluran berita Argentina LN+, sembari menambahkan bahwa rencana itu akan "mempercepat proses deflasi dalam perekonomian."
Sejak Milei mengambil alih kekuasaan akhir tahun lalu, inflasi telah melambat secara dramatis di Argentina. Angkanya melambat dari 25,5% pada bulan Desember menjadi 4,2% per Mei.
Peso telah meluncur sejak awal tahun, yang selama bertahun-tahun telah menyimpang tajam dari kurs resmi karena kontrol mata uang yang ketat.
Pada penutupan pekan lalu, nilai tukar resmi diperdagangkan pada posisi 919,5 peso per dolar, sementara apa yang disebut kurs "CCL" diperdagangkan pada 1.416,2 peso per dolar. Sementara itu, kurs "biru" pasar gelap yang banyak digunakan, melemah ke level terendah bersejarah 1.500 peso per dolar.
"Basis moneter di Argentina tidak lagi meningkat, dan ini adalah berita yang sangat kuat," kata Milei selama wawancara telepon dengan saluran berita Argentina LN+, sembari menambahkan bahwa rencana itu akan "mempercepat proses deflasi dalam perekonomian."
Sejak Milei mengambil alih kekuasaan akhir tahun lalu, inflasi telah melambat secara dramatis di Argentina. Angkanya melambat dari 25,5% pada bulan Desember menjadi 4,2% per Mei.
(akr)
Lihat Juga :