alexametrics

Angkasa Pura I Serap 40% Belanja Modal Senilai Rp7 Triliun

loading...
Angkasa Pura I Serap 40% Belanja Modal Senilai Rp7 Triliun
Pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar resmi dimulai pada Februari 2019. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - PT Angkasa Pura (AP) I mencatat progres serapan belanja modal 40% atau sekitar Rp7 triliun dari total alokasi pada tahun ini sebanyak Rp17,5 triliun.

BUMN pengelola bandara ini menargetkan seluruh alokasi belanja modal terserap seluruhnya pada tahun ini.

Direktur Utama AP I Faik Fahmi menjelaskan, belanja modal pada tahun ini akan diserap untuk pengembangan bandara-bandara yang sudah ada maupun pembangunan bandara baru. Diantaranya pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta di Kulonprogo, DI Yogyakarta.



“Sekarang ini (progres serapan belanja modal) sekitar 30-40%. Kami sedang menyelesaikan bandara di Kulonprogo, kemudian Banjarmasin yang sudah hampir selesai dan akan diresmikan pada Oktober 2019,” ujar Faik di Jakarta, Senin (15/7/2019).

Faik melanjutkan, saat ini AP I juga sudah memulai pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin (Makassar), Terminal 1 Bandara Juanda (Surabaya), serta menuntaskan pengembangan sisi udara Bandara I Gusti Ngurah Rai (Bali).

“Tahun ini saya ingin memastikan alokasi belanja modal Rp17,5 triliun itu bisa terealisasi secara efektif. Ini juga menjadi salah satu KPI (Key Performance Indicator) kita dimana diharapkan terserap seluruhnya,” ungkap mantan Direktur PT ASDP Indonesia Ferry ini.

Dia menambahkan, pihaknya juga menggandeng instansi-instansi terkait salah satunya Badan Pengawasan Pembangunan dan Keuangan (BPKP).

Hal tersebut mengingat AP I sedang melaksanakan kegiatan investasi yang dalam dua tahun terakhir ini bernilai besar, yakni Rp18,8 triliun pada 2018 dan Rp17,5 triliun pada 2019.

“Dalam dua tahun terakhir ini investasi kita meningkat signifikan karena kalau yang lalu tidak lebih dari Rp6 triliun dan realisasinya di bawah Rp5 triliun. Salah satu evaluasi kita kenapa tidak cukup agresif adalah karena ada rasa ketakutan dalam proses kegiatan investasi terkait masalah hukum dan sebagainya. Karena itu kami ingin pembangunan dengan cepat tapi aman,” pungkas Faik.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak