alexametrics

Rupiah Akhir Pekan Dibuka Perkasa Saat Dolar AS Tertekan

loading...
Rupiah Akhir Pekan Dibuka Perkasa Saat Dolar AS Tertekan
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, Jumat (19/7/2019) dibuka perkasa untuk semakin kokoh berdiri di zona hijau. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, Jumat (19/7/2019) dibuka perkasa untuk semakin kokoh berdiri di zona hijau. Tren penguatan mata uang Garuda mengiringi dolar AS yang cenderung tengah berada di bawah tekanan.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini menanjak naik ke posisi Rp13.913/USD untuk mencoba balik melawan dibandingkan tengah pekan kemarin Rp13.976/USD.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah dibuka menguat menjadi Rp13.890/USD atau lebih baik dari sebelumnya Rp13.955/USD. Pergerakan harian rupiah pada perdagangan akhir pekan berada pada kisaran Rp13.885 hingga Rp13.955/USD.



Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga berbalik pulih ke level Rp13.899/USD untuk memperlihatkan tren positif kembali terjadi dibandingkan dari sesi penutupan kemarin Rp13.960/USD. Rupiah hari ini bergerak di antara Rp13.890-Rp13.945/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah stagnan untuk tetap berada dalam kisaran level Rp13.975/USD. Kondisi tersebut memperlihatkan rupiah masih terus menjaga dalam tren positif.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Dolar berada pada posisi defensif pada hari Jumat setelah pejabat Federal Reserve mendukung ekspektasi penurunan suku bunga agresif bulan ini untuk mengatasi tekanan harga yang melemah.

Dolar berdiri pada level 107,42 saat berhadapan dengan Yen Jepang atau mengalami kenaikan 0,15% pada awal perdagangan, setelah mencapai level terendah tiga minggu kemarin. Sedangkan euro juga tergelincir 0,15% menjadi 1,12555 versus USD. Pada minggu ini, dolar turun 0,4% versus yen dan hampir mendatar terhadap euro.

Indeks dolar yang mencapai level terendah dua minggu di 96.648 melambung ke 96.824. Sementara sebelumnya Greenback turun secara luas pada hari Kamis setelah pernyataan Williams mendukung spekulasi bahwa Fed akan memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin, bukan 25 basis poin.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak