Gas Rusia ke China Mengalir Deras lewat Pipa Raksasa Berjuluk Power of Siberia
Kamis, 25 Juli 2024 - 08:24 WIB
loading...
A
A
A
Perusahaan memproyeksikan bahwa pasokan gas ke mitra dagang terkemuka Rusia itu akan tumbuh lebih lanjut berkat melonjaknya permintaan. Baca Juga: Rusia dan China Bangun Pipa Gas Raksasa, Fungsinya Ditambah Kirim Minyak Mentah
Moskow dan Beijing dapat segera menandatangani kontrak untuk pembangunan mega-pipa Power of Siberia 2, yang diharapkan memungkinkan hingga 50 bcm gas yang akan dikirim setiap tahun dari Wilayah Yamal di Rusia utara ke China melalui Mongolia.
Setelah semua pipa beroperasi penuh, volume pasokan gas Rusia ke China bisa mencapai hampir 100 bcm per tahun. Menurut Novak, diskusi tentang implementasi rute Timur Jauh untuk pasokan gas ke China juga sedang berlangsung.
Rute Timur Jauh akan mengirimkan pasokan gas alam Rusia dari lepas Pulau Sakhalin ke China mulai tahun 2027. Moskow dan Beijing menyegel kesepakatan untuk pengiriman gas pipa tambahan melalui rute baru pada Februari 2023.
China telah meningkatkan impor gas dan minyak Rusia masing-masing sebesar 22,5% dan 4,8%, pada paruh pertama tahun ini secara tahunan, menurut Wakil Perdana Menteri negara itu Ding Xuexiang.
Moskow dan Beijing dapat segera menandatangani kontrak untuk pembangunan mega-pipa Power of Siberia 2, yang diharapkan memungkinkan hingga 50 bcm gas yang akan dikirim setiap tahun dari Wilayah Yamal di Rusia utara ke China melalui Mongolia.
Setelah semua pipa beroperasi penuh, volume pasokan gas Rusia ke China bisa mencapai hampir 100 bcm per tahun. Menurut Novak, diskusi tentang implementasi rute Timur Jauh untuk pasokan gas ke China juga sedang berlangsung.
Rute Timur Jauh akan mengirimkan pasokan gas alam Rusia dari lepas Pulau Sakhalin ke China mulai tahun 2027. Moskow dan Beijing menyegel kesepakatan untuk pengiriman gas pipa tambahan melalui rute baru pada Februari 2023.
China telah meningkatkan impor gas dan minyak Rusia masing-masing sebesar 22,5% dan 4,8%, pada paruh pertama tahun ini secara tahunan, menurut Wakil Perdana Menteri negara itu Ding Xuexiang.
(akr)
Lihat Juga :