alexametrics

Hadapi Disrupsi, Sabre Sinergikan Ekosistem Bisnis Travel Agent Lewat Electra

loading...
Hadapi Disrupsi, Sabre Sinergikan Ekosistem Bisnis Travel Agent Lewat Electra
(kiri-kanan) motivator Merry Riana, Pakar Manajemen Bisnis Rhenald Kasali, Direktur Utama Sabre Indonesia Deny Fajar, saat peluncuran Electra di Jakarta, Jumat (23/7/2019). Foto/SINDOnews/Inda
A+ A-
JAKARTA - Internet dan digitalisasi tak dimungkiri telah mendisrupsi banyak bisnis konvensional dan menjadikan arena persaingan tidak lagi berimbang antara pelaku bisnis konvensional (offline) dengan mereka yang sudah bertransformasi ke bisnis online.

Kondisi ini dirasakan juga oleh para pelaku bisnis biro perjalanan konvensional.

Direktur Utama Sabre Indonesia Deny Fajar Arianto mengatakan, pergeseran perilaku masyarakat dari cara manual ke platform digital menyebabkan para pelaku bisnis travel agent konvensional tidak mampu bersaing dengan online travel agent (OTA).

"Kondisi saat ini sudah timpang, dimana hanya disruptor bermodal besar yang menguasai panggung," ujarnya di Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Deny pun menyebut beberapa kendala yang dihadapi pelaku bisnis travel konvensional, utamanya adalah lemahnya visi dan antisipasi dalam menghadapi era digital, ditambah proses perizinan yang panjang dan rumit.

Selain itu, perlunya investasi yang besar untuk dapat membangun sendiri sebuah aplikasi online, dan juga kurangnya pemahaman terkait dengan pola kerja pemasaran digital.

Untuk itu, tegas dia, harus ada sinergi di ekosistem bisnis travelling, mulai dari travel agent, maskapai, perbankan, fintech, dan stakeholder lainnya.

"Masalah transformasi digital tidak perlu lagi jadi beban. Kami akan menjembatani," sebutnya.

Untuk mendongkrak ekosistem travel, melalui unit usahanya Sabre Travel Network Indonesia meluncurkan layanan berbasis aplikasi internet “Electra” yang memudahkan pebisnis travel agent melayani pengguna jasa perjalanan untuk pemesanan tiket penerbangan, hotel, tur, umroh, pariwisata, dan paket transportasi lainnya.

Dalam kondisi pasar yang sedang mengalami disrupsi seperti saat ini, Deny menjamin one stop solution yang ditawarkan Electra akan sangat membantu pelaku bisnis perjalanan dalam meningkatkan usahanya.

Dia menjelaskan, Electra adalah booking engine berbasis platform e-commerce yang dilengkapi berbagai fitur yang diperlukan dalam travelling, seperti pembayaran online, asuransi perjalanan, travel cash, hingga pay later berupa dukungan perbankan nasional.

Travel agent yang mendaftar Electra, secara otomatis akan mendapatkan domain website atas nama keagenannya sendiri dalam bentuk mobile apps yang bisa diunduh melalui Google Play dan Apple Store.

“Kami berharap kehadiran Electra dapat memberi peluang dan semangat baru bagi para pelaku bisnis travel konvensional dalam mengembangkan usahanya. Saat ini sudah 470 agen yang resmi bergabung dengan Electra. Mereka juga bisa memanfaatkan 4.800 saluran distribusi yang kami punya," tuturnya.

Sebagai informasi, Sabre Travel Network Indonesia merupakan perusahaan penyedia sistem perjalanan terbesar yang menguasai sekitar 60% pangsa pasar Global Distribution System (GDS) di Indonesia.

Menurut Deny, dari sisi potensi pasar, saat ini trafik domestik memang masih jauh lebih besar dibanding internasional, yaitu 95 juta dibanding 15 juta. Namun, sejalan target pemerintah untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia, pihaknya berkomitmen untuk mendorong pasar inbound.

"Tidak hanya di domestik, kita akan coba lebih memaksimalkan inbound market datang ke Indonesia, untuk kemudian kita distribusikan ke seluruh nusantara. Kita juga akan coba mengembangkan daerah tujuan dimanapun rute-rute pesawat itu datang. Jadi, pesawat landing itu harus memberikan dampak kemakmuran bagi daerah sekitarnya melalui pertumbuhan UMKM," tuturnya.

Pakar Manajemen dan Bisnis Universitas Indonesia Rhenald Kasali mengatakan, di era digital ini semua pelaku bisnis berbondong-bondong bermigrasi ke platform digital.

Banyaknya perubahan perilaku masyarakat menyebabkan persaingan di dunia digital, termasuk para agen travel. Hal ini menyebabkan disrupsi bisnis, dimana inovasi yang dilakukan akan membuat usaha lain tampak tidak menarik.

"Adanya teknologi digital ini membantu Sabre untuk melakukan pendekatan dengan ekosistemnya. Jadi nanti ada big data-nya, perbankan, payment, travel agent, dan sebagainya. Inilah cara baru bagaimana kita creating value dari ekosistem," tuturnya.

Dalam pandangan pengusaha sekaligus motivator Merry Riana, perubahan bukanlah sesuatu yang harus dilawan.

"Justru kita harus berkawan dengan perubahan. Maka, mari kita bangun bersama ekosistem yang mudah dan murah karena pada akhirnya ini untuk kebaikan bersama," ucapnya.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak