Konsumen China Ogah Belanja, Brand-brand Mewah Kena Imbasnya
Jum'at, 26 Juli 2024 - 12:13 WIB
loading...
A
A
A
"Hasil untuk paruh pertama tahun ini mencerminkan ketahanan LVMH yang luar biasa... dalam iklim ketidakpastian ekonomi dan geopolitik," ungkapnya.
"Sambil tetap waspada dalam konteks saat ini, Grup mendekati paruh kedua tahun ini dengan percaya diri," katanya kepada investor.
Saham LVMH yang menjadi rumah bagi 75 merek kelas atas termasuk Louis Vuitton, Dior dan Tiffany & Co telah turun hampir 20% selama setahun terakhir. LVMH bukan satu-satunya nama besar yang merasakan perlambatan penjualan barang mewah di China.
Dalam laporan keuangan terbarunya, brand fesyen kelas atas Inggris Burberry mengungkapkan, penjualannya di daratan China juga merosot lebih dari 20%, dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Swatch Group - pembuat jam tangan Swiss yang juga menaungi Blancpain, Longines dan Omega - mengatakan, pelemahan permintaan di China berkontribusi terhadap penurunan penjualan sebesar 14,4% untuk enam bulan pertama tahun 2024, dibandingkan dengan waktu yang sama tahun sebelumnya.
Richemont, yang memiliki brand Cartier mengungkapkan, penjualan di China, Hong Kong dan Makau, turun 27% secara year-on-year pada kuartal yang berakhir pada 30 Juni.
"Sambil tetap waspada dalam konteks saat ini, Grup mendekati paruh kedua tahun ini dengan percaya diri," katanya kepada investor.
Saham LVMH yang menjadi rumah bagi 75 merek kelas atas termasuk Louis Vuitton, Dior dan Tiffany & Co telah turun hampir 20% selama setahun terakhir. LVMH bukan satu-satunya nama besar yang merasakan perlambatan penjualan barang mewah di China.
Dalam laporan keuangan terbarunya, brand fesyen kelas atas Inggris Burberry mengungkapkan, penjualannya di daratan China juga merosot lebih dari 20%, dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Swatch Group - pembuat jam tangan Swiss yang juga menaungi Blancpain, Longines dan Omega - mengatakan, pelemahan permintaan di China berkontribusi terhadap penurunan penjualan sebesar 14,4% untuk enam bulan pertama tahun 2024, dibandingkan dengan waktu yang sama tahun sebelumnya.
Richemont, yang memiliki brand Cartier mengungkapkan, penjualan di China, Hong Kong dan Makau, turun 27% secara year-on-year pada kuartal yang berakhir pada 30 Juni.
Lihat Juga :