China Tawarkan Teknologi Hemat Energi ke Industri Semen RI

Senin, 29 Juli 2024 - 19:16 WIB
loading...
China Tawarkan Teknologi...
Beberapa produsen asal China tawarkan teknologi hemat energi dan ramah lingkungan ke sektor industri semen di Tanah Air. Foto/Dok. MPI
A A A
JAKARTA - Beberapa produsen asal China menawarkan teknologi hemat energi dan ramah lingkungan yang bisa digunakan di sektor industri semen di Tanah Air. Hal ini masih dalam tahap penjajakan. Tawaran tersebut disampaikan dalam forum pertukaran yang difasilitasi Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO).

Kepala Pusat Industri Hijau Kemenperin, Apit Pria Nugraha mengatakan, penjajakan itu merupakan tindak lanjut dari pertemuan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Minister of Industry and Information Technology (MIIT) China Jin Zhuanglong pada Juni 2024 lalu.

Baca Juga : Prabowo Usul Ke Bahlil Perluas IUP Tambang ke Ormas Non Keagamaan

Dalam pertemuan tersebut, Menperin dan MIIT membahas beberapa isu industri yang diharapkan bisa dikembangkan kerja sama antara kedua belah pihak. Seperti industri otomotif, industri petrokimia, hingga semen.

“Sebenarnya terlepas dari acara hari ini antara kementerian kami, Kementerian Industri dengan MIIT China itu sudah sudah ada framework kerjasama MoU yang memayungi semua potensi kerja sama berikutnya, termasuk ini,” ujar Apit saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Senin (29/7/2024).

“Sebenarnya ini lebih ke penjajakan kerja sama, khususnya terkait industri semen, tadi kan ada berbagai teknologi mitigasi yang bisa kita gali, nah nanti kan besok mereka ada visit ke Indo Semen ya, mereka akan menindaklanjuti potensi kerja sama untuk transfer teknologi, misalnya,” papar dia.

Apit memastikan, upaya kolaborasi antara provider teknologi China dan perusahaan semen Indonesia melalui skema business to business (B2B). Dengan begitu, akan ada hitungan bisnis dari rencana ini.

Kendati begitu, dia mencatat bahwa teknologi hemat energi yang ditawarkan China sesuai dengan kebutuhan industri semen di dalam negeri.

Pasalnya, teknologi hemat energi bagi industri semakin pesat digunakan dan dapat membantu meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang positif.

“Kalau di level pemerintah bedah lagi kerjasamanya, yang ini dibawah delegasi ini yang besok visit ke Indo Semen adalah lebih ke arah B2B nantinya, apakah PT Indo Semen atau industri lainnya berkenaan menggunakan teknologi yang mereka bawah? Tentunya balik lagi ke hitung-hitungan bisnisnya,” tutur dia.

Baca Juga : Gara-gara AC Bermasalah, Jokowi Tidak Bisa Tidur Nyenyak di IKN

Apit menegaskan, pembaharuan atau transformasi industri semen agar menjadi lebih green hanya dapat dijawab dengan pemanfaatan teknologi terkini. Terutama, soal efisiensi bisnis, penurunan emisi, serta penggunaan energi.

“Tapi yang kita gali di sini adalah potensi kerja sama lebih ke ‘apa sih gunanya teknologi itu?’ sementarakan industri semen punya kebutuhan untuk, tadi yang kita bahas hari ini kan masalah hijau-hijaunya nih," jelasnya.

"Bagaimana mentransformasi industri semen menjadi lebih hijau, lebih efisien, penurunan emisi-nya berapa, penggunaan energinya berapa, bisa dijawab dengan pemanfaatan teknologi yang mereka bawah ini,” lanjut Apit.
(fch)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
40 Perusahaan Baja China...
40 Perusahaan Baja China Kemplang Pajak di RI, Purbaya Kirim Tim Khusus
Wamenperin Jajaki Investasi...
Wamenperin Jajaki Investasi di Rusia, dari Nuklir hingga Industri Halal
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Soal Surat Kadin China...
Soal Surat Kadin China ke Prabowo, DPR Minta Pemerintah Lakukan Evaluasi
MNC University dan BPSDMI...
MNC University dan BPSDMI Kemenperin Teken MoU di PIDI 4.0, Perkuat SDM Industri Berbasis Digital dan Vokasi
Hancurkan Tekanan Barat,...
Hancurkan Tekanan Barat, Indonesia Bersatu dengan Negara-negara Eurasia
Rekomendasi
Seruan Masyayikh NU...
Seruan Masyayikh NU di Ponpes Al Falah Ploso Redam Ketegangan di PBNU
Kawin Silang JLR dan...
Kawin Silang JLR dan Chery: Freelander 8 Lahir, Eropa Ketar-ketir!
Beasiswa GrabScholar...
Beasiswa GrabScholar 2026 untuk SD, SMP, SMA hingga S1 Dibuka, Cek Syarat Dokumen
Berita Terkini
Rosan Lapor Prabowo...
Rosan Lapor Prabowo soal Perampingan 258 BUMN, 300 Pelat Merah Lain Menyusul
Pergantian Direksi Disorot,...
Pergantian Direksi Disorot, Mampukah Kejayaan Pelni Kembali?
IHSG Menghijau di Awal...
IHSG Menghijau di Awal Pekan, Pagi Ini Sentuh Level 6.217
Harga Emas Malas Bergerak...
Harga Emas Malas Bergerak di Posisi Rp2.668.000 per Gram, Intip Daftar Lengkapnya
Dibayangi Outflow Rp4,5...
Dibayangi Outflow Rp4,5 Triliun, IHSG Pekan Ini Diprediksi Bergerak Fluktuatif
Spesial, Investor Patriot...
Spesial, Investor Patriot Bond Dilindungi dari Tuntutan Pidana hingga Pajak
Infografis
Kaleidoskop 2025: 10...
Kaleidoskop 2025: 10 Peristiwa Teknologi Paling Menonjol di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved