Sinyal Kejatuhan Sektor Minyak Arab Saudi Mulai Terlihat

Rabu, 31 Juli 2024 - 20:02 WIB
loading...
Sinyal Kejatuhan Sektor...
Ekonomi Arab Saudi berkontraksi 0,4% secara year to year (YoY) pada kuartal kedua tahun 2024, berdasarkan perkiraan resmi. Anjloknya sektor minyak memberikan tekanan terhadap perekonomian Arab Saudi. Foto/Dok EPA
A A A
JAKARTA - Ekonomi Arab Saudi berkontraksi 0,4% secara year to year (YoY) pada kuartal kedua tahun 2024, berdasarkan perkiraan resmi yang dirilis hari ini, Rabu (31/7/2024). Anjloknya sektor minyak mentah memberikan tekanan terhadap perekonomian Arab Saudi.

Pelemahan Sektor Minyak Arab Saudi

Aktivitas sektor minyak negara Teluk itu terpantau anjlok 8,5% secara YoY pada periode April hingga Juni, menurut otoritas statistik yakni General Authority for Statistics (GASTAT). Sedangkan sektor non-minyak tumbuh sebesar 4,4% saat kegiatan pemerintah meningkat 3,6% year-on-year pada kuartal tersebut.

Baca Juga: Saudi Aramco Serahkan Kontrak Rp406,6 Triliun untuk Ekspansi Gas

Namun produk domestik bruto riil (PDB) yang disesuaikan secara musiman dari Arab Saudi yang kaya minyak itu tumbuh sebesar 1,4% pada kuartal kedua, dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Sementara itu secara kuartal ke kuartal, sektor minyak tumbuh sebesar 1,3%. Selanjutnya kegiatan non-minyak dan pemerintah masing-masing naik sebesar 1,4% dan 3,2%. Baca Juga: Bos Saudi Aramco: Transisi Energi Gagal, Stop Mimpi Tinggalkan Minyak

Diketahui pada bulan Maret, Arab Saudi memperpanjang kebijakan pengurangan produksi minyak yang sebelumnya diterapkan sebesar satu juta barel per hari (bph). Hal ini sejalan dengan keputusan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk menghapus pasokan hampir dua juta barel per hari dari pasar sejak akhir 2022.

Proyeksi IMF

Di sisi lain pada awal bulan ini, Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan bahwa PDB riil Arab Saudi akan tumbuh sebesar 2,7% pada tahun 2024, turun dari proyeksi sebelumnya dari kenaikan 4%.

Ekonomi Saudi menyusut 0,9% YoY pada tahun 2023, terpukul oleh penurunan 9,2% dalam aktivitas minyak, meskipun sektor non-minyaknya tumbuh sebesar 4,6%.

Anggaran Saudi

Dalam Anggaran Arab Saudi 2024, pendapatan diproyeksikan mencapai USD312,5 miliar dan pengeluaran sebesar USD333,5 miliar, menyisakan defisit lebih dari USD21 miliar.

Rincian pembagian terhadap sektor apa saja, anggaran mengalokasikan jumlah tertinggi sebesar USD71,7 miliar untuk pengeluaran militer, diikuti oleh USD57,6 miliar untuk barang-barang umum, USD57 miliar pada pembangunan kesehatan dan sosial, dan USD52 miliar ke pendidikan.

Awal bulan ini, perusahaan raksasa minyak dunia yang dimiliki negara, Saudi Aramco mengumpulkan USD12,4 miliar dari penjualan saham sekundernya di Aramco. Hasil dari penawaran saham ditetapkan untuk membiayai upaya diversifikasi ekonomi negara Teluk sejalan dengan Visi 2030.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Ekspor Minyak Venezuela...
Ekspor Minyak Venezuela Melesat jadi 1,25 Juta Barel per Hari, AS hingga Eropa Rebutan
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Kepala BGN: Program...
Kepala BGN: Program MBG Akan Diberlakukan di Arab Saudi
Rekomendasi
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, PSI Perkuat Konsolidasi Akar Rumput di Kalimantan
Kemendagri Sebut Transformasi...
Kemendagri Sebut Transformasi BUMD sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah
Erick Thohir Terharu...
Erick Thohir Terharu Saksikan Pernikahan Justin Hubner dan Jennifer Coppen
Berita Terkini
Tren Paylater Makin...
Tren Paylater Makin Menjangkit, Literasi Keuangan Dinilai Jadi Faktor Penting
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Infografis
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved