Apersi Banten Berharap Pemerintah Tambah Kuota Rumah Subsidi

Rabu, 31 Juli 2024 - 20:08 WIB
loading...
Apersi Banten Berharap...
Dewan Pengurus Daerah Apersi Banten meminta pemerintah menambah kuota Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi dari Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2024. Foto/Dok. SINDOnews
A A A
TANGERANG - Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia ( Apersi ) Banten meminta pemerintah menambah kuota Kredit Pemilikan Rumah ( KPR ) subsidi dari Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2024. Permintaan penambahan kuota ini karena kuota KPR FLPP 2024 sebanyak 166.000 unit.

Angka tersebut lebih rendah dari 2023 yang sebesar 229.000 unit. Ketua DPD Apersi Banten Safran Edi Harianto Siregar menyatakan, seharusnya pemerintah bukan mengurangi kuota subsidi tahun ini, seharusnya ditambah. Catatan di BP Tapera selaku penyalur FLPP hingga 23 Juli lalu, penyaluran FLPP sudah mencapai 98.564 unit. Baca juga: Tapera Bukan Cicilan Rumah, Tapi Syarat Dapat Subsidi Bunga KPR Flat 5%

“Pertanyaannya kenapa tahun ini kuotanya diturunkan dan diperkirakan hanya untuk 166 ribu unit, turun 30-an persen dari tahun lalu yang realisasinya mencapai 229.000 unit, seharusnya pencapaian tahun lalu jadi catatan karena peminatnya banyak,” katanya dalam siaran pers, Rabu (31/7/2024).

Dengan kondisi saat ini yang tidak pasti terkait kuota rumah subsidi , maka konsumen ataua masyarakat akan dirugikan. Apalagi, rumah susbidi ini untuk masyarakat kelas bawah yakni masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang memang membutuhkan.

Selain angka backlog yang akan bertambah, pengembang yang membangun rumah subsidi juga akan terganggu bisnisnya. "Industri properti sangat besar dampaknya bagi perekonomian, karena dari sebuah perumahan yang sedang dikembangkan akan menggerakkan sektor lainnya. Mulai dari penyerapan tenaga kerja, produk material, furniture hingga bisnis ikutan lainnya," jelasnya.

Menurutnya, Kemenkeu harus segera mengambil langkah cepat untuk melakukan penambahan kuota rumah subsidi. Safran meyakini di akhir Agustus 2024 ini kemungkinan kuota rumah subsidi akan habis.

"Kebutuhan rumah subsidi di Banten cukup tinggi, dan Apersi Banten adalah salah satu produsen rumah yang banyak berkontribusi membangun rumah subsidi. Tahun lalu kami memproduksi rumah subsidi hingga 9573," terangnya.

Safran berharap pemerintahan baru mendatang memiliki solusi pembiayaan untuk rumah subsidi. "Seharusnya ada dana pendamping atau lainnya yang tak semuanya menggunakan dari APBN,” ujarnya.

Hal senada ditegaskan Zaenal Abidin, pengembang lokal dari Tangerang. Direktur PT Bangun Prima Putra itu mengaku sangat menunggu penambahan kuota rumah subsidi.

"Sebagai pelaku industri perumahan yang fokus pada pembangunan rumah subsidi kami sangat menunggu adanya kepastian penambahan kuota. Seharusnya tahun ini lebih besar dari tahun 2023 lalu jumlah kuotanya. Apalagi kebutuhan rumah subsidi Banten cukup tinggi," katanya.Baca juga: Kenapa Milenial Sulit Punya Rumah? Ini Alasannya

Zaenal menambahkan, masalah di rumah subsidi ini setiap tahunnya selain masalah yang ada, selalu berkutat pada jumlah kuota. Hal ini harus ada jalan keluar dan diperlukan keseriusan pemerintah untuk menyelesaikannya.

"Kami pelaku industri berharap pemerintahan baru mendatang agar lebih aware dengan urusan perumahan. Untuk itu harus ada terobosan-terobosan, apalagi terkait pembiayaannya," harapnya.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
BRI KPR Solusi Promo...
BRI KPR Solusi Promo hingga Tenor 20 Tahun dan Bunga Mulai 2,50%, Makin Mudah Punya Properti Impian
Kontribusi BRI untuk...
Kontribusi BRI untuk Program Rumah Subsidi Tembus Rp9,2 Triliun, Kuasai 54% Pasar Nasional
Pengembang Rumah Subsidi...
Pengembang Rumah Subsidi di Serang Sediakan Rumah Ibadah bagi Warga
OJK Izinkan SLIK di...
OJK Izinkan SLIK di Bawah Rp1 Juta Ajukan KPR Subsidi, Begini Aturan Terbarunya
Prabowo: Petugas Bekerja...
Prabowo: Petugas Bekerja Siang Malam Atasi Bencana, Tantangan Akan Selalu Ada, Kita Hadapi Bersama
Momen Prabowo Duduk...
Momen Prabowo Duduk Bersebelahan dengan ART dan Tukang Seblak di Serah Terima Rumah Subsidi
Prabowo Resmikan Akad...
Prabowo Resmikan Akad Massal 50.030 Rumah Subsidi di Serang Banten
Rekomendasi
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Sinopsis The Last Girl...
Sinopsis The Last Girl on the Trafficking List di V+Short, Kisah Olive Terjebak Sindikat Berbahaya
Berita Terkini
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved